Banyak Ilmu? Duitnya Ada Nggak?
JAKARTA: Dalam bisnis besarnya angka pamasukan penjualan (Revenue) bukan berarti keuntungan yang besar juga. Contohnya, Apple mencatat angka penjualan “hanya” 1/2 dibanding Wallmart, tapi keuntungan (Profit) Apple 2X lipat dibanding Wallmart.
“Jadi bukan hanya soal besarnya jualan, tapi setelah dikurangi biaya, untungnya ada apa tidak,” ujar Fay Irvanto, praktisi Leadership Development dan Human Resource.
Tapi, menurutnya, keuntungan juga tidak mencerminkan kesehatan keuangan (Cash) perusahaan, karena keuntungan baru angka di atas kertas sampai uangnya benar-benar di tangan. Dalam bahasa lain “Cuan-nya ada nggak??”.
Inilah kenapa perusahaan biasanya punya KPI penting yang namanya Cash Flow. Cash Flow ibarat darah yang mengalir dalam tubuh manusia, perlu mengalir lancar agar terus sehat.
Mirip seperti ilmu, boleh banyak yang masuk (revenue) agar menambah kepintaran & kebijaksanaan (profit). Namun jika ilmunya tak mengalir agar membawa faedah dan kemaslahatan, maka ibarat bisnis kurang cash.
“Maka agar ilmu Anda ‘profitable’, amalkan sebanyak-banyaknya dan konversi menjadi manfaat untuk orang banyak<”
Dan jangan mudah bangga kalau banyak ilmu dan sertifikat, karena bisa jadi yang ilmunya lebih sedikit malah lebih banyak membawa kemaslahatan untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Komentar