ASKARA - Ketegangan kembali mewarnai Laut China Selatan. Kapal patroli Taiwan menggunakan meriam air untuk menghalau sebuah kapal nelayan China yang menolak meninggalkan perairan sekitar Pulau Dongsha, wilayah yang dikelola Taiwan namun juga diklaim China.
Peristiwa itu terjadi setelah Taiwan Coast Guard Administration memberikan peringatan kepada dua kapal nelayan China pada Kamis (1/10/2026). Salah satu kapal langsung meninggalkan kawasan tersebut, sedangkan kapal lainnya memilih bertahan.
Petugas Taiwan kemudian mengarahkan meriam air dari jarak sekitar 200 meter. Ketika kapal nelayan tersebut perlahan mendekati kapal patroli, semprotan air kembali digunakan untuk mendorongnya menjauh.
Namun, situasi yang semula berlangsung tegang berubah ketika kapal nelayan itu kehilangan tenaga. Awak kapal kemudian meminta bantuan makanan kepada petugas Taiwan.
Permintaan tersebut dipenuhi. Petugas penjaga pantai Taiwan memberikan makanan hangat kepada para awak sebelum kapal nelayan tersebut ditarik menjauh dari kawasan Dongsha.
Pada Jumat (2/10/2026) dini hari, kapal nelayan tersebut akhirnya diserahkan kepada sebuah kapal kerja China.
Insiden ini menjadi gambaran nyata rumitnya situasi di Laut China Selatan, kawasan strategis yang tidak hanya menjadi jalur pelayaran dan perikanan, tetapi juga bersinggungan dengan klaim wilayah sejumlah pihak.
Pulau Dongsha atau Pratas Islands dikelola Taiwan, sementara China juga mengklaim kedaulatan atas kawasan tersebut. Kondisi itu membuat aktivitas kapal nelayan maupun kapal penegak hukum memiliki dimensi keamanan yang lebih sensitif.
Menariknya, meski sempat menggunakan meriam air, insiden tersebut berakhir tanpa laporan mengenai korban. Ketika kapal nelayan mengalami masalah teknis, pendekatan kemanusiaan justru muncul di tengah ketegangan di laut.
Laut China Selatan kembali mengingatkan bahwa di balik peta, garis klaim dan kapal patroli, terdapat manusia yang bekerja dan berlayar di tengah wilayah yang penuh kepentingan. Sebuah insiden kecil di laut dapat menjadi perhatian besar ketika terjadi di kawasan yang memiliki nilai strategis bagi keamanan Asia.