Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:33
NEWS

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan Ajak Anggota Jaga Kekompakan dan Solidaritas

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan Ajak  Anggota Jaga Kekompakan dan Solidaritas
Mantan Ketua KWP Ariawan berjabat akrab dengan Ketua KWP yang baru Rafyq Panjaitan. (dok KWP)

ASKARA-Pertarungan ide dalam suksesi kepemimpinan Korps Wartawan Parlemen (KWP) akhirnya rampung dengan pesan mendalam dari kepengurusan lama demi menjaga keutuhan komunitas jurnalis Senayan.

Mantan Ketua KWP, Ariawan, menekankan bahwa tantangan terbesar ketua baru bukanlah mengelola program kerja, melainkan merawat solidaritas seluruh anggota di tengah dinamika politik yang makin dinamis.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ariawan di hadapan ratusan jurnalis saat momen pemilihan Ketua KWP periode baru di Wisma DPR RI, Kopo, Bogor, Jawa Barat, Jumat, (2/10/2026.

Dia mengingatkan Rafyq Pandjaitan agar tidak pernah mengabaikan komunikasi intensif dengan seluruh anggota yang memiliki latar belakang media berbeda-beda.

"Saya menitipkan amanat besar ini kepada Rafyq Pandjaitan agar senantiasa menaruh perhatian kstra pada nilai kebersamaan serta kekompakan seluruh jurnalis di Lingkungan Parlemen," tegas Ariawan saat memberikan sambutan penutupnya di arena pemilihan.

Dia menilai kekuatan utama organisasi wartawan bukan hanya diukur dari megahnya kegiatan, melainkan juga dari solidnya barisan anggota saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.

"KWP hanya bisa menjadi organisasi yang disegani dan berdampak luas apabila kepemimpinan baru mampu merangkul setiap perbedaan tanpa ada kelompok yang merasa ditinggalkan," kata Ariawan.

Menanggapi harapan tersebut, Ketua KWP terpilih, Rafyq Pandjaitan, menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh lini wartawan guna melanjutkan warisan positif kepengurusan sebelumnya.

"Kami berkomitmen menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif, di mana soliditas antarjurnalis Senayan menjadi fondasi utama gerakan kami," ujar Rafyq di tempat yang sama.

Dia menambahkan bahwa tantangan media modern membutuhkan konsolidasi internal yang lebih kuat agar peran wartawan parlemen tetap relevan dan kritis.

"Rekomendasi dan wejangan dari Senior Ariawan akan menjadi panduan moral bagi seluruh jajaran pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan," kata Rafyq menutup pidatonya.

Proses suksesi kepemimpinan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan penyerahan berkas kepengurusan secara simbolis sebagai tanda dimulainya era baru KWP. Momen sejarah di Kopo ini menjadi pijakan awal bagi kepengurusan Rafyq Pandjaitan untuk membuktikan komitmen menjaga muruah jurnalisme Parlemen yang solid dan berintegritas.(dry)

Editor: Hendry Ginting