Minggu, 20 September 2026 | 00:30
OPINI

Evolusi Pemikiran Whitehead

Evolusi Pemikiran Whitehead
Ilustrasi evolusi pemikiran Whitehead (Dok Askara)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Alfred North Whitehead (1861-1947) adalah seorang tokoh pemikir paling unik abad 20. Gerak pemikirannya tidak lurus, melainkan melompat dari matematika, ke fisika, lalu ke metafisika.

Fase 1: Ahli Logika Matematika (Cambridge, 1884-1910)

Bersama muridnya, Bertrand Russell, Whitehead menulis karya monumental Principia Mathematica (3 jilid, 1910-1913). Tujuannya ambisius: membuktikan bahwa seluruh matematika bisa diturunkan dari logika murni. Fase ini, Whitehead adalah seorang logikawan murni, percaya bahwa alam semesta bisa dijelaskan dengan kepastian logis. Ia adalah seorang Platonis yang yakin akan kebenaran abadi.

Fase 2: Filsuf Sains dan Pendidikan (London, 1910-1924)

Pindah ke Imperial College London, Whitehead mulai bosan dengan matematika abstrak. Ia melirik kenyataan relativitas Einstein dan revolusi fisika kuantum. Ia sadar, logika statis tidak cukup untuk menjelaskan alam yang dinamis. Di sini Whitehead menulis An Enquiry Concerning the Principles of Natural Knowledge (1919) dan The Concept of Nature (1920). Ia menolak gagasan bahwa materi itu benda mati yang terpisah. Ia memperkenalkan ide "organisme". Alam bukan kumpulan batu bata mati, melainkan jaringan peristiwa yang saling berhubungan.

Fase 3: Metafisika Spekulatif - Filsafat Proses (Harvard, 1924-1947)

Puncaknya terjadi saat ia diundang ke Harvard pada usia 63 tahun. Di sinilah lahir mahakarya Process and Reality (1929), yang menjadi kitab suci Filsafat Proses.

Whitehead melakukan pembalikan total dari filsafat Barat sejak Aristoteles. Filsafat klasik berkata: realitas itu terdiri dari substansi (benda yang tetap), lalu substansi itu berubah. Whitehead berkata sebaliknya: realitas itu adalah sang proses itu sendiri.

Tdak ada "batu", yang ada adalah "peristiwa membatu". Segalanya adalah okasi aktual berupa tetes-tetes pengalaman yang muncul, merasakan masa lalu, dan memutuskan masa depannya. Dunia bukan mesin, tetapi organisme kreatif yang terus menjadi sesuatu yang belum pernah ada.

Konsep kuncinya:

1. Actual Entity Unit dasar realitas adalah pengalaman, bukan atom materi.

2. Creativity Dorongan kosmik untuk menciptakan kebaruan.

3. Prehension Cara setiap peristiwa "merasakan" dan menyerap peristiwa lain.

4. Tuhan Bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai prinsip yang menawarkan kemungkinan terbaik bagi setiap proses.

Evolusi Whitehead adalah evolusi dari kebakuan menuju kreativitas. Dari seorang matematikawan yang mencari kebenaran abadi, menjadi seorang metafisikawan yang berkata bahwa an sich satu-satunya yang abadi adalah sang perubahan itu sendiri. Ceteris Paribus!

 

Komentar