Jumat, 18 September 2026 | 01:39
NEWS

Tempat Kerja Ditutup, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Turun ke Jalan

Tempat Kerja Ditutup, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Turun ke Jalan
Ratusan karyawan Club de Arjuna (PT Arjuna Prabadwipa Amarta) menggelar aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat secara damai di area depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat (Dok Askara)

ASKARA - Ratusan karyawan Club de Arjuna (PT Arjuna Prabadwipa Amarta) menggelar aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat secara damai di area depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (17/9/2026). Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus jeritan hati para karyawan akibat penutupan tempat kerja mereka yang berujung pada hilangnya mata pencaharian ratusan kepala keluarga.

Dalam unjuk rasa tersebut, para karyawan tampil kompak mengenakan seragam kerja kebanggaan mereka bermotif merah muda dan kuning. Mereka juga membentangkan puluhan poster dan spanduk dengan warna dominan putih dan merah.

Melalui berbagai atribut aksi tersebut, para karyawan secara lantang menyuarakan kegelisahan dan keputusasaan mereka.

Sejumlah tulisan yang dibentangkan di antaranya,  "Kami Perlu Makan, Jangan Tutup Tempat Kerja Kami", "Di Mana Keadilan Kalau Semua Orang Bisa Segel Tempat Kerja Kami?", "Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?", "Anak Kami Perlu Makan", "Anak Kami Perlu Sekolah", "Ke Mana Kami Harus Mengadu?", hingga "Kami Ini Korban."

Dan berbagai tulisan lainnya.

Kegiatan penyampaian aspirasi ini berlangsung kondusif dan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat yang turut berjaga untuk mengamankan area gerbang utama fasilitas.

Aksi ini dipicu oleh penutupan atau penyegelan area operasional Club de Arjuna akibat adanya imbas dari permasalahan pendudukan lahan milik PT HD Arjuna oleh organisasi kemasyarakatan secara tidak legal. Konflik yang terjadi membuat para karyawan secara praktis tidak dapat bekerja dan kehilangan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka.

Menanggapi aksi solidaritas tersebut, manajemen PT Arjuna Prabadwipa Amarta turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Pihak perusahaan memaklumi aksi penyampaian pendapat ini sebagai bentuk murni suara hati para pekerja yang menjadi korban langsung dari situasi sengketa yang terjadi.

Irwan Hadianto, selaku General Manager PT Arjuna Prabadwipa Amarta, menyampaikan empatinya serta menegaskan harapan perusahaan agar krisis yang berdampak pada nasib ratusan karyawan ini dapat segera terselesaikan.

"Kami membenarkan bahwa pada hari ini telah berlangsung aksi massa yang dilakukan secara damai di area Club de Arjuna untuk menyuarakan aspirasi dan kegelisahan karyawan. Kami dari pihak manajemen sangat memahami beban berat yang kini dipikul oleh mereka beserta keluarganya. Saat ini, kami terus berupaya maksimal dan berdoa agar proses hukum yang sedang bergulir terkait Club de Arjuna dapat berjalan dengan cepat dan menghasilkan keputusan yang baik. Harapan dan tujuan utama kami satu, yaitu agar tempat ini bisa beroperasi kembali sehingga karyawan-karyawan kami dapat segera bekerja lagi," jelas Irwan.

Melalui aksi damai ini, para karyawan dan pihak manajemen memiliki satu harapan yang selaras. Mereka menegaskan bahwa niat utama para pekerja hanyalah mencari nafkah yang halal demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Seluruh pihak berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dalam ketidakpastian yang semakin mencekik roda ekonomi keluarga para pekerja. Bagi para karyawan, tempat kerja bukan sekadar gedung atau tempat menjalankan aktivitas, melainkan sumber penghidupan bagi mereka dan keluarga yang berada di belakangnya.

 

Komentar