Kamis, 17 September 2026 | 18:41
NEWS

Helikopter HR-3604 Sisir Udara Gunung Anak Krakatau, Perkuat Operasi SAR

Helikopter HR-3604 Sisir Udara Gunung Anak Krakatau, Perkuat Operasi SAR
Helikopter dengan nomor transponder 2531 ikut mencari wartawan yang hilang di sekitar perairan Krakatau (Dok Basarnas)

ASKARA - Harapan menemukan survivor Gunung Anak Krakatau terus dijaga. Kamis (17/9/2026), helikopter Dauphin AS 365 N3+ bernomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk memperluas pencarian melalui jalur udara.

Helikopter dengan nomor transponder 2531 itu berangkat dari Pantai Carita sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat menjalankan pencarian dengan rute ATS–SAS (Pantai Carita)–ATS sebelum kembali dan mendarat di Pantai Carita pada pukul 15.52 WIB dalam kondisi aman dan lancar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., mengatakan pengerahan unsur udara menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam operasi SAR.

“Pengerahan helikopter HR-3604 menjadi salah satu upaya kami untuk memperluas jangkauan pencarian melalui udara dalam mendukung operasi SAR survivor Gunung Anak Krakatau. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi dengan unsur SAR gabungan agar pelaksanaan pencarian dapat berjalan secara efektif dan aman,” ujar Al Amrad.

Dalam penerbangan tersebut, helikopter diawaki Mayor Pnb M. Tito Dwi Prakoso, Kapten Pnb Dimas Aribowo dan Serka Deatry M.

Sejumlah personel dan awak media turut berada dalam penerbangan, yakni Marhal dari BSG, M. Sulaeman selaku rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Yudis Aldani dari Media Garuda TV serta Indrianto Eko dari Media Antara.

Pencarian melalui udara menjadi bagian penting dalam operasi SAR karena memungkinkan tim melihat wilayah pencarian dari cakupan yang lebih luas, terutama pada area yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

Pelaksanaan penerbangan berlangsung dengan kondisi cuaca cerah di sekitar Pantai Carita. Angin tercatat berkecepatan sekitar 3 knot dari arah barat laut menuju tenggara, dengan jarak pandang kurang dari 8 kilometer.

Meski satu sortie penerbangan telah selesai dilaksanakan dengan aman, operasi SAR masih menjadi pekerjaan bersama. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan koordinasi dan sumber daya yang tersedia untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada survivor Gunung Anak Krakatau.

Di tengah pencarian yang terus berlangsung, setiap penerbangan, penyisiran dan koordinasi menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga harapan tetap menyala hingga seluruh proses pencarian mendapatkan titik terang.

 

Komentar