Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:53
NEWS

IPBA ke-20 Apresiasi Ekosistem Perumahan, 60 Umrah dan Delapan Rumah Subsidi

IPBA ke-20 Apresiasi Ekosistem Perumahan, 60 Umrah dan Delapan Rumah Subsidi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyerahkan sejumlah penghargaan di malam penganugerahan 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) ke-20 Tahun 2026 (Dok IPBA)

ASKARA - Malam penganugerahan 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) ke-20 Tahun 2026 berlangsung meriah di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Mengusung tema “Karpet Merah Presiden Prabowo, Saatnya Rakyat Punya Rumah”, ajang yang digelar Journalist Media Network (JMN) tersebut memberikan apresiasi kepada berbagai pelaku industri properti, perbankan, dan sektor pendukungnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut hadir dan menyerahkan sejumlah penghargaan, termasuk hadiah umrah bagi para penerima apresiasi. Tahun ini, sebanyak 60 tiket umrah diberikan kepada penerima dari kalangan pengembang rumah subsidi, marbot masjid, serta jurnalis yang dinilai memiliki kontribusi terhadap ekosistem perumahan dan masyarakat.

CEO Journalist Media Network sekaligus Presiden AREA Indonesia, Indra Utama, mengatakan sektor perumahan tidak semata-mata berbicara mengenai bisnis. Menurutnya, pembangunan hunian berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi sekaligus harapan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak.

“Sektor perumahan bukan sekadar bisnis, ada pertumbuhan ekonomi dan harapan masyarakat dari hunian yang dibangun,” ujar Indra.

Dalam proses penilaian, tim juri yang dipimpin Prof. Roy Sembel melibatkan sejumlah pakar di bidangnya. Proses tersebut juga mendapat dukungan BP Tapera sebagai regulator. Sebanyak 61 penghargaan tercatat diberikan kepada perusahaan, pengembang, proyek maupun pelaku industri dalam berbagai kategori. Dalam daftar penyelenggara juga tercantum total 64 penghargaan, mencakup berbagai kategori dan bentuk apresiasi.

Maruarar: Hadiah untuk Karyawan

Salah satu perhatian utama dalam malam penghargaan tersebut adalah pesan Menteri PKP Maruarar Sirait agar penghargaan yang diterima pengembang rumah subsidi tidak berhenti menjadi kebanggaan perusahaan.

Maruarar menegaskan, hadiah tersebut semestinya diberikan kepada karyawan pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka di lapangan.

“Hadiah tersebut harus diberikan kepada karyawan masing-masing pengembang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kerja mereka di lapangan,” tegas Maruarar.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan pekerja sebagai bagian penting dari keberhasilan perusahaan. Sebab, di balik pembangunan sebuah kawasan hunian terdapat banyak tangan yang bekerja, mulai dari tenaga lapangan, pemasaran, hingga berbagai profesi pendukung lainnya.

Tidak berhenti pada hadiah umrah, Maruarar juga menyampaikan komitmen yang lebih konkret untuk penyelenggaraan IPBA tahun depan. Pada IPBA XXI-2027, ia menyiapkan delapan unit rumah subsidi sebagai bentuk apresiasi bagi pengembang rumah subsidi terbaik.

Rumah-rumah tersebut kembali diarahkan untuk diberikan kepada karyawan pengembang. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan semangat pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Maruarar juga mengingatkan para pelaku usaha agar menjaga kepercayaan masyarakat. Ia meminta seluruh proses pembangunan dan penjualan rumah dilakukan secara bertanggung jawab sehingga masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan.

“Harus menjaga komitmen. Jangan sekadar menerima uang, menjual produk, tapi rumahnya nggak jelas. Kasihan masyarakat nantinya,” ujarnya.

Mendorong Ekosistem Perumahan

Menurut Indra, AREA Indonesia berkomitmen mendukung pergerakan ekosistem perumahan dengan mempertemukan pengembang, industri, pemerintah, perbankan dan media. Upaya tersebut juga diperkuat melalui lembaga sertifikasi yang diarahkan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di sektor pembangunan hunian.

Penyelenggaraan IPBA ke-20 menjadi penanda perjalanan panjang selama dua dekade dalam memberikan apresiasi kepada para pelaku industri properti dan perbankan. Selama periode tersebut, sektor properti terus berkembang menghadapi perubahan pola pembiayaan, munculnya kawasan-kawasan baru, pertumbuhan hunian tapak dan vertikal, hingga meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan.

Dari sisi perbankan, penghargaan antara lain diberikan kepada Bank Mandiri untuk inovasi digital KPR, Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank pembiayaan properti inovatif, Bank Tabungan Negara (BTN) atas layanan komprehensif dalam ekosistem perumahan, serta Bank Nationalnobu untuk pembiayaan rumah subsidi.

Sejumlah pengembang dan proyek properti juga memperoleh penghargaan, antara lain Sinar Mas Land, Metropolitan Land, Nindya Karya, Winner Nusantara Jaya, serta berbagai proyek hunian di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Bali. Kategori affordable housing turut menyoroti pengembang rumah terjangkau di berbagai daerah.

Apresiasi Menjangkau Masyarakat

Kehadiran marbot masjid dan jurnalis sebagai penerima hadiah umrah memberikan warna berbeda dalam IPBA ke-20. Apresiasi tidak hanya diarahkan kepada korporasi dan pimpinan perusahaan, tetapi juga kepada individu yang berada di balik aktivitas sosial dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Reda Manthovani menyambut positif penyelenggaraan IPBA ke-20. Menurutnya, tema yang diangkat menggambarkan semangat menghadirkan kebijakan dan kolaborasi yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperoleh hunian yang layak.

“Selamat kepada seluruh pemenang dan penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan kemajuan industri properti Indonesia,” kata Reda.

Memasuki usia dua dekade, IPBA tidak hanya menjadi panggung penghargaan bagi perusahaan dan proyek terbaik. Ajang ini juga berupaya mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem perumahan, mulai dari pemerintah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, pekerja, hingga media.

Dengan komitmen hadiah delapan rumah subsidi pada 2027, pesan yang ingin dibangun pun semakin jelas: pertumbuhan industri properti tidak semata diukur dari angka penjualan dan pembangunan kawasan, tetapi juga dari seberapa jauh industri mampu menghadirkan hunian yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan orang-orang yang bekerja di dalamnya.

 

Komentar