Amrizal Tanjung Pimpin IKPP 2026-2031, Gayo Soroti Sejarah Minangkabau
ASKARA - Amrizal Tanjung resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Padang Pariaman (IKPP) periode 2026-2031. Pemilihan berlangsung secara demokratis dan diikuti perwakilan keluarga besar IKPP dari berbagai unsur.
Terpilihnya Amrizal Tanjung mendapat sambutan dari masyarakat Gayo. Reje Linge Juhursyah bersama Keluarga Besar Pasak Opat Nenggeri Linge menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru IKPP mampu memperkuat silaturahmi antarmasyarakat dan antarbudaya.
"Atas nama adat dan masyarakat Gayo, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Amrizal Tanjung. Semoga amanah ini membawa kemajuan bagi IKPP dan mempererat silaturahmi antarsuku bangsa," ujar Reje Linge Juhursyah di Takengon, Minggu (23/8/2026).
Selain menyampaikan ucapan selamat, Reje Linge menyoroti hubungan historis antara masyarakat Gayo di Dataran Tinggi Aceh dengan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Menurutnya, hubungan kedua komunitas tersebut memiliki jejak sejarah yang panjang dan tidak semata-mata terbentuk karena hubungan sosial di masa kini.
Ia menyebut hubungan Gayo dengan Pagaruyung telah terjalin sejak masa Kerajaan Linge. Jejak hubungan tersebut, menurut Reje Linge, juga tercatat dalam naskah 86 Tahun 45 Pasal Adat Nenggeri Linge, yang menjadi salah satu rujukan dalam tata kelola adat masyarakat Gayo.
"Gayo dan Minangkabau memiliki akar sejarah dan nilai adat yang sama. Di masa Kerajaan Linge, hubungan ini sangat kuat, baik dalam bidang perdagangan, kekeluargaan, maupun kebudayaan," katanya.
Karena itu, Reje Linge berharap kepemimpinan Amrizal Tanjung dapat menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan historis tersebut. IKPP dinilai memiliki posisi strategis sebagai wadah masyarakat Padang Pariaman di perantauan sekaligus jembatan untuk membangun hubungan kebudayaan dengan komunitas lain di berbagai daerah.
"Karena itu kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Amrizal, hubungan persaudaraan ini dapat terus diperkuat," ujarnya.
Menurut Reje Linge, organisasi masyarakat perantauan tidak hanya memiliki fungsi menghimpun dan mempererat hubungan internal anggotanya. Lebih jauh, organisasi seperti IKPP dapat mengambil peran dalam memperkuat kebangsaan melalui pelestarian adat, budaya, pendidikan, kegiatan sosial, serta pembangunan hubungan antardaerah.
IKPP sendiri merupakan wadah masyarakat asal Padang Pariaman dan sekitarnya yang berada di perantauan. Keberadaan organisasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus mempertahankan identitas budaya Minangkabau di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam.
Di Aceh, komunitas asal Padang Pariaman juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan kebudayaan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dinamika masyarakat Aceh yang memiliki sejarah panjang dalam membangun hubungan dengan berbagai komunitas dari Nusantara.
Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, turut menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru IKPP dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mempererat hubungan antara komunitas Padang Pariaman dengan masyarakat Gayo.
"Dengan terpilihnya Amrizal Tanjung, kami berharap IKPP mampu menjadi jembatan penghubung antardaerah, termasuk dengan komunitas Gayo di Aceh yang memiliki ikatan sejarah panjang dengan Sumatera Barat," kata Zam Zam.
Ia menilai hubungan antarmasyarakat yang dibangun berdasarkan kesadaran sejarah, adat dan kebudayaan akan menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan. Perbedaan latar belakang suku dan daerah, menurutnya, tidak seharusnya menjadi batas, melainkan kekayaan yang dapat memperkuat kehidupan kebangsaan.
Kepemimpinan Amrizal Tanjung untuk periode 2026-2031 pun diharapkan tidak hanya membawa IKPP semakin solid secara organisasi, tetapi juga mampu memperluas peran sosial dan kebudayaan di tengah masyarakat.
Bagi masyarakat Gayo, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali merawat jejak persaudaraan antara Gayo dan Minangkabau. Sejarah panjang yang pernah menghubungkan kedua masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi terus hidup melalui kerja sama, silaturahmi dan pertukaran kebudayaan antargenerasi.

Komentar