Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:12
NEWS

Maknai Kemerdekaan dengan Pengabdian, Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bergerak Bersama

Maknai Kemerdekaan dengan Pengabdian, Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bergerak Bersama
Prof Rokhmin Dahuri memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI ke 81 di Cirebon (dok.dulur rd)

ASKARA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh bangsa. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir dari sebuah perjuangan, melainkan gerbang awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut, kemerdekaan yang telah ditebus dengan darah, air mata, dan pengorbanan jiwa raga para pahlawan harus terus dijaga, diisi, dan dilanjutkan cita-citanya oleh generasi penerus.

"Kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga, mengisi, dan melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa," ujar Prof. Rokhmin Dahuri dalam pesan kemerdekaannya di Cirebon, Senin [17/8/2026].

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum untuk melakukan Refleksi, introspeksi, dan perbaikan diri secara kolektif sebagai sebuah bangsa.

Kemerdekaan Harus Hadirkan Kesejahteraan

Prof. Rokhmin menekankan, makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada narasi terbebas dari belenggu penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati, lanjutnya, harus mampu diterjemahkan menjadi kehadiran negara dalam mewujudkan kehidupan rakyat yang lebih baik.

"Kemerdekaan juga tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus mampu menghadirkan Kesejahteraan, keadilan, kemandirian, serta kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Untuk itu, ia menyebut semangat persatuan, gotong royong, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama menjadi kunci utama. Tidak ada satu pun warga negara yang boleh menjadi penonton dalam pembangunan. Setiap individu, sesuai dengan kapasitas dan bidangnya masing-masing, memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.

Pembangunan bangsa, menurutnya, adalah kerja kolosal yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen. Pemerintah, dunia pendidikan dan kampus, dunia usaha dan industri, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, hingga masyarakat di tingkat akar rumput harus bergerak dalam satu irama, satu visi, untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

SDM Unggul Berkarakter Kunci Indonesia Emas 2045

Lebih jauh, Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004 itu menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia, kata dia, tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga generasi yang kokoh dalam hal Integritas, karakter, akhlak, semangat kebangsaan, serta kepedulian sosial.

Dalam perspektif tersebut, ia menyebut keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi sumber inspirasi yang sangat relevan dalam membangun pribadi dan masyarakat Indonesia yang berintegritas. Nilai-nilai universal seperti kejujuran, amanah, persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, keadilan, dan semangat untuk senantiasa memberikan kemanfaatan bagi orang lain adalah nilai-nilai luhur yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Masih banyak ketimpangan yang harus kita atasi, masih banyak potensi bangsa yang belum kita optimalkan," ungkapnya.

Oleh karena itu, rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan ini tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata. Rasa syukur itu, lanjut Prof. Rokhmin, harus diwujudkan secara nyata melalui Kerja nyata, peningkatan kualitas diri, kepedulian terhadap lingkungan, serta kontribusi yang konkret bagi masyarakat dan bangsa.

Ia menutup pesannya dengan ajakan yang membakar semangat kebangsaan.

"Mari kita jadikan kemerdekaan bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, tetapi sebagai energi untuk terus bergerak maju, memperkuat persatuan, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan Indonesia yang semakin maju, adil, makmur, berdaulat, serta bermartabat."

Bekerja untuk rakyat.
Berkarya untuk bangsa.
Mengabdi untuk Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia.
81 tahun Indonesia merdeka, terus bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar