Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04
NEWS

NTT Belum Tenang

38 Nyawa Melayang, Ratusan Gempa Susulan Mengguncang Flores

38 Nyawa Melayang, Ratusan Gempa Susulan Mengguncang Flores
Salah satu kerusakan di sebuah gereja (Dok Hengkie)

ASKARA - Flores belum benar-benar tenang. Sedikitnya 38 orang meninggal dunia akibat gempa dahsyat Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, sementara 235 gempa susulan masih tercatat mengguncang kawasan tersebut.

Duka dan kecemasan bercampur menjadi satu. Ketika proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung, tanah di bawah Flores terus bergerak. BMKG mencatat aktivitas gempa susulan dengan kekuatan hingga Magnitudo 6,2, menandakan energi tektonik di kawasan itu belum sepenuhnya mereda.

Gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami.

Ancaman tsunami kemudian dinyatakan berakhir setelah BMKG melakukan evaluasi terhadap kondisi muka air laut dan aktivitas seismik. Namun, berakhirnya peringatan tsunami tidak serta-merta menghapus ancaman lain: gempa susulan yang masih terus terjadi.

Sebanyak 235 aktivitas gempa susulan menjadi alarm bagi masyarakat untuk tidak lengah. Warga yang bangunannya mengalami kerusakan diminta tidak terburu-buru kembali sebelum kondisi dinyatakan aman.

Bagi Flores, bencana ini bukan sekadar angka magnitudo. 38 nyawa telah hilang, ratusan guncangan susulan masih terjadi, dan ribuan warga kini harus menghadapi ketidakpastian di tengah proses pemulihan.

Kondisi ini juga menjadi ujian besar bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Evakuasi korban, pemeriksaan bangunan, penyediaan tempat pengungsian, kebutuhan pangan dan air bersih hingga layanan kesehatan harus bergerak cepat.

Flores membutuhkan lebih dari sekadar belasungkawa. Yang dibutuhkan sekarang adalah kehadiran negara, kecepatan penanganan, dan sistem peringatan serta mitigasi yang benar-benar bekerja di lapangan.

Sebab ketika bumi masih terus berguncang, waktu adalah keselamatan.

 

Komentar