Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:44
COMMUNITY

Prof. Rokhmin Dahuri: Festival Dangdut Adalah Sekolah Karakter Generasi Muda Cirebon

Prof. Rokhmin Dahuri: Festival Dangdut Adalah Sekolah Karakter Generasi Muda Cirebon
Anggota DPR RI Prof Rokhmin Dahuri didampingi ibu menyaksikan Festival Dangdut Indonesia ke 3 (dok.askara)

ASKARA - Festival Dangdut Indonesia ke-3 yang digelar oleh Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Cirebon, Ahad (9/8),  mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Barat VIII, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.

Menurut Guru Besar IPB University itu, panggung seperti ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Festival dangdut adalah ruang vital untuk menggali dan mengorbitkan talenta-talenta emas dari daerah.

"Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya lewat pendidikan formal di kelas. Seni, budaya, olahraga, dan ruang kreativitas adalah pabriknya manusia Indonesia yang percaya diri, produktif, dan kreatif," tegas Prof. Rokhmin.

Ia menekankan, menyanyi bukan sekadar hiburan. Di balik goyangan dan cengkok dangdut, ada proses melatih kecerdasan emosional dan mengasah otak kanan. Jika selama ini pendidikan banyak bertumpu pada logika atau otak kiri, maka seni menjadi penyeimbang agar lahir pribadi yang adaptif, komunikatif, dan punya kepekaan sosial yang tinggi.

Kabupaten Cirebon, lanjut Rokhmin, punya modal besar. Kekayaan seni dan budayanya luar biasa, dan dangdut telah mengakar kuat menjadi denyut nadi masyarakat. 

"Dangdut itu dimensinya lengkap. Ada hiburan, ada sosial, ada budaya, dan yang paling penting ada ekonomi. Di dalamnya ada penyanyi, musisi, pencipta lagu, pekerja panggung, hingga UMKM yang ikut hidup. Ini mata rantai ekonomi rakyat," jelasnya.

Karena itu, ia meminta agar ajang Festival Dangdut Indonesia terus dikembangkan secara berkelanjutan. Bukan hanya jadi ajang lomba, tapi menjadi panggung pembinaan, pencarian bakat, dan jembatan bagi generasi muda Cirebon untuk naik kelas ke level Jawa Barat hingga nasional.

"Setiap anak bangsa punya potensi dan jalan pengabdiannya masing-masing. Ada yang lewat sains, wirausaha, olahraga, ada juga lewat seni dan budaya. Tugas kita adalah menciptakan ekosistem agar semua potensi itu tumbuh optimal dan memberi nilai tambah ekonomi," tambahnya.

Melalui Festival ke-3 ini, Prof. Rokhmin berharap akan lahir lebih banyak lagi bintang dangdut dari Cirebon yang tidak hanya berprestasi di atas panggung, tetapi juga mampu menggerakkan industri kreatif, membuka lapangan kerja, dan menjaga dangdut sebagai kebanggaan budaya bangsa.

"Dari Cirebon, kita lahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kreatif, berkarakter, dan kuat kecerdasan emosionalnya," pungkasnya.

Komentar