Senin, 27 Juli 2026 | 20:28
NEWS

Jembatan Gantung Pining Rusak Lagi

Warga Desak Pembangunan Jembatan Bailey Dipercepat

Jembatan Gantung Pining Rusak Lagi
Material Jembatan Bailey sudah berada di Koramil Kota Blangkejeren (Dok Mubarak)

ASKARA – Masyarakat Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, kembali mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, agar segera merealisasikan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah tersebut.

Desakan itu muncul setelah jembatan gantung yang saat ini menjadi satu-satunya akses penyeberangan kembali mengalami kerusakan.

Jembatan gantung tersebut sebelumnya dibangun secara swadaya melalui donasi masyarakat sebagai solusi darurat setelah putusnya akses kendaraan. Namun, kondisinya kini mulai rusak sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga, terutama para pelajar yang setiap hari melintasinya.

Tokoh masyarakat Pining, Tgk Sabirin Aman Sulas dan M. Amin Aman Karmila, mengatakan Jembatan Bailey merupakan kebutuhan mendesak karena menjadi akses utama bagi masyarakat dari lima desa, yakni Pintu Rime, Ekan, Pertik, Lesten, dan Pasir Putih, sekaligus jalur penghubung menuju Kabupaten Aceh Timur.

"Mobil tidak bisa menyeberangi sungai besar. Harapan kami Jembatan Bailey segera dibangun. Jembatan gantung yang dibuat secara swadaya sekarang sudah mulai rusak lagi. Kami khawatir anak-anak sekolah bisa jatuh saat melintas," ujar Tgk Sabirin Aman Sulas saat bertemu Ketua Yayasan Nurhayati Sahali, Nurhayati, di Bunayya Blangkejeren, Gayo Lues, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kerusakan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi barang. Aktivitas ekonomi dan akses pendidikan masyarakat pun ikut terdampak.

"Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan Jembatan Bailey agar masyarakat tidak terus bergantung pada jembatan gantung yang kondisinya mudah rusak," katanya.

Ketua Yayasan Nurhayati Sahali, Nurhayati, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Pining. Ia berharap pemerintah di semua tingkatan memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jembatan tersebut.

"Kepada Bapak Presiden melalui Gubernur Aceh, kami berharap pembangunan Jembatan Bailey segera direalisasikan. Masyarakat Pining sudah terlalu lama menunggu akses yang aman dan layak," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, mengatakan pembangunan Jembatan Bailey saat ini telah memasuki tahap perencanaan. Kendala utama yang dihadapi adalah proses distribusi material menuju lokasi pembangunan.

"Material Jembatan Bailey jumlahnya banyak dan berat. Saat ini material sudah berada di Koramil Kota Blangkejeren, tetapi untuk menggesernya ke Pining masih kami pikirkan karena kondisi jalan belum memungkinkan," katanya.

Menurut Dandim, sejumlah ruas jalan menuju Pining, terutama di kawasan Berawang Sawal dan Setul, Pepelah masih berlumpur dan rawan dilalui kendaraan bertonase besar.

"Bahkan kendaraan kami pernah bermalam di lokasi karena terjebak di jalan yang becek. Kalau dipaksakan membawa material Bailey sekarang, kendaraan bisa tersangkut," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah membangun jembatan Aramco sebagai upaya membuka akses dan memperbaiki jalur distribusi. Setelah kondisi jalan memungkinkan, seluruh material Jembatan Bailey akan digeser ke Pintu Rime untuk selanjutnya dilakukan proses pembangunan.

 

Komentar