Indonesia Bersinar di Tashkent! 4 Siswa Borong 3 Perak dan 1 Perunggu di Olimpiade Kimia Dunia IChO 2026
ASKARA - Kabar membanggakan kembali datang dari kancah internasional. Tim Olimpiade Kimia Indonesia berhasil mengharumkan nama Merah Putih pada ajang paling bergengsi The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan pada 10 - 19 Juli 2026.
Ajang ini diikuti oleh 363 siswa terbaik dari 94 negara di seluruh dunia, dengan hampir 300 mentor, observer, dan tamu undangan. Persaingan sangat ketat untuk memperebutkan medali di level tertinggi.
Setelah sepuluh hari perjuangan yang menguras pikiran dan mental, pada Closing Ceremony 19 Juli 2026, dewan juri mengumumkan distribusi medali: 41 medali emas, 74 medali perak, 112 medali perunggu, dan 28 honorable mentions.
Indonesia berhasil menyapu bersih medali! Tim IChO Indonesia 2026 sukses membawa pulang 3 medali perak dan 1 medali perunggu, tanpa ada yang pulang dengan tangan hampa.
Tiga medali perak dipersembahkan oleh:
• Renault Tjandera (SMAS Santa Laurensia, Tangerang Selatan, Banten) • Muhammad Arya Razan (MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Banten) • Aloysius Gonzaga Duta Setyawan (SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, D.I. Yogyakarta)
Sementara satu medali perunggu diraih oleh:
• Ahmad Kautsar Al Ramadhani (MAN 2 Malang, Jawa Timur)
Keempat pejuang muda ini didampingi oleh tiga mentor terbaik dari Kimia FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Prof. Dr. Deana Wahyuningrum, S.Si., M.Si. selaku Head Mentor, Dr.rer.nat. Fainan Failamani sebagai Mentor, dan Irma Mulyani, Ph.D. sebagai Scientific Observer.
Kehadiran dan dukungan penuh dari negara juga tampak nyata. Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin beserta tim KBRI Tashkent turut hadir langsung memberikan dukungan moril pada acara Pembukaan 11 Juli dan Acara Penghargaan 19 Juli 2026.
Prestasi ini kembali membuktikan bahwa siswa madrasah dan sekolah Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan negara-negara maju dalam bidang sains. Tiga perak dan satu perunggu dari Tashkent bukan hanya sekadar medali, tapi bukti bahwa generasi muda Indonesia siap menjadi ilmuwan masa depan dunia.

Komentar