Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:14
NEWS

Korsabhara Baharkam Polri Perkuat Standar Keamanan Hotel di Bali

Korsabhara Baharkam Polri Perkuat Standar Keamanan Hotel di Bali
Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit), Polri foto bersama peserta dari sejumlah hotel berbintang di Bali (Dok Ditpamobvit)

ASKARA - Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri terus memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional, khususnya sektor pariwisata. Melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit), Polri menggelar klarifikasi hasil Risk Assessment terhadap sejumlah hotel berbintang di Bali sebagai upaya meningkatkan standar keamanan destinasi wisata internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 itu dipimpin Ketua Tim Klarifikasi Mabes Polri, Kombes Pol Eduward Pardede, S.I.K., M.H., didampingi AKBP Dr. Reza Morandy Tarigan, S.I.K., M.H., AKP Juhari, S.H., serta Fitriana Nurhayati, S.E. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengamanan fisik, administrasi, dan manajemen risiko di sejumlah hotel yang berada di wilayah hukum Polda Bali.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pendampingan dari Ditpamobvit Polda Bali yang diwakili Kasubdit Wisata AKBP Fahmi, M.Par., bersama tim audit.

Kombes Pol Eduward Pardede menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya keamanan di sektor perhotelan yang menjadi tulang punggung pariwisata Bali.

"Polri hadir untuk mendukung para pelaku usaha agar memiliki sistem pengamanan yang semakin baik. Keamanan yang kuat akan meningkatkan kepercayaan wisatawan dan memperkokoh posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia," ujar Eduward.

Selama proses klarifikasi, tim melakukan verifikasi lapangan sekaligus mencocokkan hasil penilaian dengan dokumen pendukung yang dimiliki masing-masing hotel. Hasilnya, empat hotel berhasil memperoleh predikat Kategori GOLD dengan nilai di atas 90 persen.

Hotel Mercure Nusa Dua meraih nilai 91,50 persen, Novotel Bali Ngurah Rai Airport memperoleh 90,23 persen, The Kuta Beach Heritage Hotel mencatatkan nilai tertinggi sebesar 93,73 persen, sementara Novotel Bali Nusa Dua meraih 92,97 persen.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil klarifikasi bersama manajemen hotel sebagai bentuk pengesahan hasil evaluasi sekaligus komitmen untuk mempertahankan standar keamanan yang telah dicapai.

General Manager Representative The Kuta Beach Heritage Hotel, Krishna Keninten, mengapresiasi proses pembinaan yang dilakukan Polri. Menurutnya, meski melalui tahapan yang detail dan ketat, assessment tersebut memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kompetensi personel keamanan hotel.

"Kami berharap pendampingan seperti ini terus berlanjut sehingga sistem keamanan di hotel dapat terus berkembang mengikuti dinamika ancaman yang ada," katanya.

Sementara itu, AKBP Fahmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh manajemen hotel yang telah berpartisipasi aktif dalam proses penilaian. Ia berharap capaian kategori GOLD menjadi pemacu bagi hotel-hotel lain di Bali untuk menerapkan standar pengamanan yang sama.

Menurutnya, peningkatan kualitas keamanan tidak hanya menjadi kebutuhan masing-masing hotel, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia yang aman, nyaman, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Usai menyelesaikan seluruh agenda klarifikasi dan evaluasi, Tim Korsabhara Baharkam Polri dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Jumat (26/6). Melalui program Risk Assessment yang berkelanjutan, Polri berharap standar pengamanan objek vital sektor pariwisata terus meningkat sehingga mampu memberikan rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional.

 

Komentar