Rabu, 17 Juni 2026 | 22:41
COMMUNITY

Pameran Seni Rupa Nasional “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” Resmi Dibuka

Hadirkan 103 Karya dari 81 Seniman Nusantara

Pameran Seni Rupa Nasional “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” Resmi Dibuka
Pameran Seni Rupa Nasional “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” (foto.buyil)

ASKARA – Pameran Seni Rupa Nasional bertajuk “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa”resmi dibuka di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (17/6). Pameran yang menghadirkan 103 karya dari 81 seniman berbagai daerah di Indonesia ini menjadi ruang apresiasi seni sekaligus wadah dialog budaya yang mengangkat semangat optimisme, kreativitas, dan kebangsaan.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Ketua Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purn) Suparman Natawikarta, MBA, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya yang ditampilkan serta berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

 “Kami sangat mendukung kegiatan pameran seni rupa seperti ini karena memberikan ruang bagi para pelukis untuk terus berkarya dan menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat. Harapan kami, pameran seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik,” ujar Suparman Natawikarta.

Ia juga mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dipamerkan.

“Lukisannya bagus semua. Jadi bingung mau memilih yang mana,” katanya disambut senyum para tamu undangan.

Ketua Panitia Tri Dira Yofika, SE menjelaskan bahwa tema “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” dipilih sebagai refleksi atas dinamika bangsa dan dunia yang terus berubah. Menurutnya, harapan dan kreativitas merupakan modal penting dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Tema Merajut Asa mengandung makna membangun harapan secara bersama-sama melalui kerja kreatif, dialog budaya, dan penghargaan terhadap keberagaman. Sedangkan Menghidupkan Kreatif Bangsa merupakan ajakan untuk terus memelihara kreativitas sebagai fondasi pembangunan peradaban yang berakar pada nilai budaya, kemanusiaan, dan kebangsaan,” ujar Tri Dira Yofika.

Pameran yang didukung Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia menampilkan beragam karya yang merepresentasikan respons para seniman terhadap isu sosial, lingkungan, budaya, spiritualitas, hingga tantangan kehidupan modern. Melalui berbagai medium dan gaya visual, para seniman menyampaikan gagasan, refleksi, dan harapan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Ketua Yayasan Kartika Art Indonesia mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan kelanjutan dari sukses pameran sebelumnya yang digelar di kawasan Springhill Kemayoran pada Oktober tahun lalu. Berbagai diskusi bersama para seniman kemudian melahirkan konsep pameran yang menekankan pentingnya optimisme dan kreativitas dalam menghadapi tantangan zaman.

“Di tengah ketidakpastian global, perkembangan teknologi yang pesat, dan dinamika sosial yang terus bergerak, seni hadir sebagai ruang refleksi sekaligus ruang harapan. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menatap masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang menjadi kekuatan utama bangsa. Seni berperan penting sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain menjadi ajang pameran karya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Melalui interaksi tersebut, seni tidak hanya dinikmati sebagai karya estetis, tetapi juga menjadi sarana membangun empati, memperkuat kesadaran budaya, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Pada kesempatan yang sama, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran, di antaranya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia, para sponsor, media, komunitas seni, serta seluruh seniman peserta pameran.

 “Semoga pameran ini menjadi ruang inspirasi, memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya, serta memperkuat semangat kebangsaan melalui kreativitas yang berakar pada nilai-nilai Indonesia,” ujar perwakilan penyelenggara.

Salah satu peserta pameran, Carsilah, pelukis asal Indramayu, mengaku optimistis karya-karyanya akan mendapat perhatian para kolektor.

“Pada pameran sebelumnya saya berhasil menjual 15 lukisan. Kali ini saya berharap bisa menjual lebih banyak karya karena lokasi pameran berada di pusat Jakarta dan memiliki akses yang sangat strategis,” kata Carsilah.

Optimisme tersebut, lanjutnya, didorong oleh tingginya minat pengunjung dan kolektor yang telah menanyakan karya-karya yang dipamerkannya bahkan sebelum pembukaan resmi dilakukan.

Pameran Seni Rupa Nasional “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” menjadi bukti bahwa kreativitas dan keberagaman tetap menjadi kekuatan penting dalam perjalanan bangsa. Di tengah berbagai perubahan dunia, seni hadir untuk merawat harapan, memperkuat identitas budaya, dan menghidupkan semangat berkarya demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Alasan inilah yang membuat FORWAN mendukung penuh Pameran Seni Rupa Nasional.

"FORWAN mendukung kegiatan ini, karena sesuai dengan semangat FORWAN yang mendukung pemajuan seni Indonesia. Agar seniman Indonesia bisa terus berkarya," ujar Sutrisno Buyil.

Pameran yang menampilkan 103 karya seni rupa dari 81 seniman Indonesia ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan. 

Komentar