Jumat, 12 Juni 2026 | 01:12
COMMUNITY

Serinen 85 Salurkan 151 Sak Semen untuk Perbaikan Jalan Enang-Enang

Serinen 85 Salurkan 151 Sak Semen untuk Perbaikan Jalan Enang-Enang
Serinen 85 saat serahkan bantuan ke Syahrial (Dok Serinen)

ASKARA – Semangat gotong royong masyarakat Gayo kembali terlihat dalam upaya memperbaiki akses Jalan Enang-Enang yang mengalami kerusakan dan sempat mengganggu mobilitas warga. Komunitas Serinen 85 bersama Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah Ketiara, menyerahkan bantuan tahap awal berupa 151 sak semen untuk mendukung perbaikan jalan tersebut.

Bantuan diserahkan langsung kepada Syahrial, mantan Mukim yang selama ini menjadi salah satu tokoh penggerak perbaikan Jalan Enang-Enang, Rabu (10/6/2026).

Rahmah Ketiara mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut sebagai akses penghubung antarwilayah.

"Kami dari Serinen 85 ikut berpartisipasi membantu perbaikan Jalan Enang-Enang. Ini baru tahap awal sebanyak 151 sak semen yang kami serahkan langsung kepada Pak Syahrial. Insya Allah akan ada bantuan lanjutan pada tahap berikutnya," ujarnya.

Menurut Rahmah, aksi solidaritas ini tidak hanya datang dari Serinen 85. Sejumlah eksportir kopi lokal serta para pelaku usaha kopi yang tergabung dalam jaringan toke kopi di Medan juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan.

Ia mengaku terharu melihat semangat masyarakat bersama aparat setempat yang terus bekerja keras memperbaiki akses jalan yang memiliki nilai penting bagi warga Gayo tersebut.

"Kami terpanggil melihat kerja keras Pak Syahrial bersama masyarakat dan aparat di lapangan. Jalan Enang-Enang bukan sekadar akses transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Gayo," katanya.

Rahmah menegaskan bahwa Jalan Enang-Enang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Selain menjadi jalur penghubung ekonomi, jalan tersebut juga menyimpan nilai historis dan emosional yang telah melekat sejak lama.

"Sejak kami lahir, Jalan Enang-Enang sudah ada. Walaupun nanti mungkin dibangun jalan baru yang lebih modern atau jembatan layang, jalan lama ini tetap harus dijaga dan dipelihara karena menjadi bagian dari sejarah masyarakat Gayo," ujarnya.

Jalan Enang-Enang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur penting yang menghubungkan sejumlah kawasan di dataran tinggi Gayo. Kerusakan yang terjadi beberapa waktu terakhir memicu kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama membantu proses perbaikannya.

Aksi cepat yang dilakukan Serinen 85, Koperasi Ketiara, para eksportir kopi, serta sejumlah donatur lainnya menjadi bukti kuat bahwa semangat solidaritas dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Gayo.

Warga berharap dukungan yang terus mengalir dapat mempercepat proses pemulihan akses jalan sehingga aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

 

Komentar