Kamis, 30 Juli 2026 | 00:16
COMMUNITY

Wali Kota Munjirin Lepas 37 Kafilah MTQ Jakarta Timur

Tekankan Syiar Islam dan Jaga Nama Baik Daerah

Wali Kota Munjirin Lepas 37 Kafilah MTQ Jakarta Timur
Wali Kota Munjirin ketika melepas 37 Kafilah MTQ Jakarta Timur (Dok Rudolf)

Lepas Kafilah MTQ Piala Gubernur 2026, Munjirin Optimistis Jakarta Timur Raih Prestasi Terbaik

Wali Kota Munjirin Lepas 37 Kafilah MTQ Jakarta Timur, Tekankan Syiar Islam dan Jaga Nama Baik Daerah

Jakarta Timur Targetkan Prestasi di MTQ Piala Gubernur DKI 2026, Munjirin: Tampilkan Kemampuan Terbaik

Jakarta Timur, 29 Juli 2026 – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jakarta Timur yang akan berlaga pada MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta Tingkat Provinsi Tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Ruang Sri Gunting, Lantai 2, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Rabu (29/7/2026).

Sebanyak 37 peserta terbaik akan mewakili Jakarta Timur dalam ajang yang berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi Jakarta Timur yang pada tahun lalu berhasil meraih juara kedua tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Munjirin menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), orang tua, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan para peserta.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih gelar juara, melainkan sarana syiar Islam sekaligus media pembinaan umat agar semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan semata-mata perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan syiar Islam, media pembinaan umat, sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Quran agar nilai-nilainya hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Munjirin.

Ia juga mengingatkan para peserta bahwa kesempatan tampil di tingkat provinsi merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Seluruh peserta bukan hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga nama baik Kota Administrasi Jakarta Timur. Saya optimistis kalian dapat menampilkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama Jakarta Timur,” katanya.

Munjirin juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kondisi fisik selama mengikuti perlombaan dengan menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, serta menjaga kebugaran agar dapat tampil maksimal.

“Jagalah pola makan dan minum yang dapat memengaruhi performa saat tampil. Jaga kesehatan agar seluruh rangkaian perlombaan dapat dijalani dengan maksimal. Laksanakan semuanya dengan ikhlas dan berikan yang terbaik. Tanamkan bahwa yang paling utama adalah syiar Islam. Jika itu menjadi niat utama, insyaallah hasil terbaik akan mengikuti,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Salahudin, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin, Kepala Pelaksana Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Nafisah, serta Ketua LPTQ Jakarta Timur KH Ahmad Qorrob Ilyas.

Sementara itu, Ketua LPTQ Jakarta Timur KH Ahmad Qorrob Ilyas menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari pengurus LPTQ tingkat kelurahan hingga tingkat kota, sehingga proses pembinaan peserta dapat berjalan dengan baik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam MTQ tidak semata diukur dari raihan gelar juara, tetapi juga dari keikhlasan dan semangat peserta dalam menyampaikan syiar Islam.

“Juara bukanlah tujuan utama. Menang atau kalah, seluruh peserta Jakarta Timur sudah menjadi yang terbaik bagi kami. Tampilkan kemampuan dengan baik, penuh keikhlasan, percaya diri, serta memohon rida Allah SWT. Jika semua itu dilakukan, insyaallah hasil terbaik akan diraih. Saya optimistis para peserta mampu memberikan prestasi terbaik bagi Jakarta Timur,” tuturnya.

 

Komentar