Selasa, 09 Juni 2026 | 19:54
COMMUNITY

MCGJWC 2026 Modal Besar Pegolf Junior Dunia

MCGJWC 2026 Modal Besar Pegolf Junior Dunia
Jumpa pers Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 (Dok Sisca)

ASKARA – Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 merupakan kesempatan untuk meningkatkan skill para pegolf junior. Dengan pengalaman bermain di kompetisi internasional bergengsi ini diharapkan bisa menjadi modal bagi mereka untuk lanjut ke level berikutnya. Turnamen ini akan diselenggarakan di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, 10-12 Juni.

“Tahun ini merupakan tahun pertama kita bekerja sama dengan APGC (Asia Pacific Golf Confederation). Hal ini dilakukan seiring dengan visi Ciputra Golfpreneur Foundation untuk menyelenggarakan turnamen yang lebih bergengsi dengan skala yang lebih besar, agar para atlet junior Indonesia bisa terus mendapatkan kesempatan di level kompetisi yang terus meningkat,” kata Nararya Ciputra Sastrawinata, Chairman Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) saat memberikan keterangan pers, Selasa (9/6).

Turnamen ini diselenggarakan di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, 10-12 Juni. Sebanyak 140 atlet dari 29 negara, yaitu Australia, Bangladesh, Kamboja, China, Chinese Taipei, Denmark, Jerman, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Namibia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Uganda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam akan ikut berkompetisi.

MCGJWC sudah diselenggarakan sejak tahun 1993. “Kalau nantinya mereka melanjutkan karir sebagai atlet profesional, mereka sudah memiliki level yang sama dengan atlet-atlet yang akan mereka temui di dunia golf profesional. Kami harap dengan pengalaman tampil di MCGJWC tahun ini mereka bisa lebih berprestasi dan dapat meningkatkan level of skill di skala internasional,” lanjut Nararya.

Dengan adanya APGC dan jaringan CGF sebelumnya ada delapan negara baru yang ikut di CGJWC tahun ini, yaitu Bangladesh, Denmark, Jerman, Ghana, Irlandia, Kamboja, Laos, dan Selandia Baru. Negara terjauh adalah Denmark dan Uganda. Para pegolf Indonesia juga berasal dari berbagai daerah, terjauh dari Papua. Keikutsertaan mereka tentunya juga meningkatkan kualitas para pemain. Lebih banyak pemain yang berperingkat World Amateur Golf Rangking (WAGR) dan memiliki handicap yang kompetitif.

“Salah satunya adalah keikutsertaan Parin Sarasmut yang menjadi juara Boys Overall dan tim di MCGJWC tahun 2023. Pastinya dia datang lagi untuk kembali menjadi juara.  Saya berharap semua bisa menunjukkan performa terbaiknya,” kata Nararya.

Tahun lalu, Parin menjadi pegolf terbaik Thailand dengan menjadi runner up, di bawah pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief yang menjadi juara.

Dia menjadi bagian timnas Thailand saat meraih medali emas pada SEA Games ke-33 di Bangkok pada bulan Desember lalu. Dia juga meraih medali perunggu nomor individu. Saat ini menempati peringkat 120 WAGR (terbaik peringkat 117).

Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri,  Yustian Rifki Alfianto mengatakan, dukungan Bank Mandiri sebagai mitra utama MCGJWC merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan sinergi ekosistem layanan yang terintegrasi, tidak hanya melalui dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi, tetapi juga dengan menyediakan berbagai solusi transaksi digital yang memberikan kemudahan bagi seluruh peserta, penyelenggara, maupun pengunjung turnamen.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan talenta atlet golf muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui MCGJWC 2026, kami ingin menghadirkan nilai tambah yang lebih luas, tidak hanya bagi atlet junior, tetapi juga bagi seluruh ekosistem olahraga melalui dukungan layanan perbankan digital yang mudah dan terintegrasi. Ini merupakan bagian dari langkah kami untuk menciptakan akselerasi yang bertumbuh bagi masyarakat dan Indonesia,” ujar Mochamad Rizaldi.

Seperti tahun sebelumnya, para pemenang kompetisi individu juga akan mendapat akses eksklusif ke turnamen profesional. Juara putra akan berkompetisi di Ciputra Golfpreneur Tournament (Asian Development Tour) 2026, sedangkan juara putri akan tampil di Indonesia Women’s Open 2027 (KLPGA Dream Tour).

Nick Shan, General Manager Asia Pacific Golf Confederation (APGC) menyatakan bahwa MCGJWC merupakan platform fantastis untuk kompetisi internasional junior kelas dunia. “Jumlah pemain yang datang dari berbagai negara sangat luar biasa dan ini jelas merupakan contoh acara internasional untuk junior golf yang patut diselenggarakan di seluruh Asia Pacific. MCGJWC merupakan tolok ukur bagi banyak negara,” kata Nick.

Damai Indah Golf, PIK Course merupakan lapangan yang sudah banyak pengalaman menjadi tuan rumah turnamen-turnamen bergengsi level internasional, termasuk Indonesia Open. Lapangan ini siap menyambut para peserta MCGJWC. Dengan lapangan berstandar internasional mereka siap memberikan tantangan yang istimewa. Tidak hanya lapangan indah yang terawat dengan sangat baik, seluruh staf siap memberikan pengalaman istimewa kepada seluruh peserta dan tamu yang datang.

“Lapangan kami persiapkan sesuai dengan standar internasional. Kondisi lapangan sangat baik. Kami harap para peserta bisa menikmati permainan mereka dan berkompetisi dengan performa terbaik mereka. Ada atau tidak turnamen kami pastikan kondisi lapangan selalu siap,” kata Christine Wiradinata, Direktur Damai Indah Golf.

Para Pemain Bintang

Selain Parin Sarasmut, Marisa Tojai, pegolf junior putri asal Thailand lainnya juga menjadi salah satu peserta yang patut diwaspadai. Dia baru saja menjadi juara ANNIKA Invitational Asia di Thailand bulan lalu. Pada pertandingan hari kedua yang diselenggarakan di Laguna Golf Phuket, mencetak skor spektakuler: 13 di bawah par dengan mencetak sembilan birdie dan dua eagle. Dia menjadi juara dengan total skor 201 pukulan atau 12 di bawah par. Itu adalah kemenangan keduanya setelah menjuarai Singha Thailand Amateur Match pada satu pekan sebelumnya. Dua minggu lalu dia menjadi juara Makassar Amateur Golf International Championship yang diselenggarakan di Padivalley Golf Club, Makassar. Kemenangan itu mengangkatnya ke peringkat 246 World Amateur Golf Rangking, pertama kalinya menembus 250 besar dunia.

Pegolf putra Indonesia, Eugene Emmanuel Tanyongjaya berharap bisa bersaing dengan para pegolf-pegolf negara lain. “Tujuan saya untuk turnamen ini tidak berfokus kepada hasil akhirnya tapi lebih ke prosesnya. Karena saya percaya pada permainan saya cukup solid, dan saya hanya perlu membiarkannya terjadi dengan mindset yang tepat,” kata atlet Ciputra Golfpreneur Foundation ini. 

Menurutnya, MCGJWC merupakan turnamen junior paling bergengsi di Indonesia. “Saya sangat bersyukur bisa ikut berkompetisi di turnamen ini,” kata Eugene yang ikut di MCGJWC 2023 dan 2024. Tahun lalu dia terpaksa absen karena cedera.

 

Komentar