Prima Cinema: Nobar Perdana Colony Bangun Antusiasme Jelang Tayang
ASKARA - Menjelang penayangan resminya di bioskop Indonesia, film thriller-zombie Korea Selatan Colony menggelar acara nonton bareng (nobar) perdana di IMAX Agora XXI, Jakarta, pada 29 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi promosi untuk membangun antusiasme publik sekaligus memperkenalkan pengalaman menonton film yang dijadwalkan tayang reguler lima hari kemudian.
Perwakilan Prima Cinema, Dimas, mengatakan nobar perdana merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap kali menghadirkan film baru ke Indonesia.
"Nobar perdana ini memang rutinitas kami adakan dalam rangka menyambut rilis sebuah film di Indonesia. Kami ingin memberikan gambaran film sekaligus membangun momentum yang kuat sebelum penayangan reguler dimulai," ujar Dimas.
Menurutnya, acara tersebut terselenggara berkat kolaborasi antara tim distribusi dan promosi Prima Cinema, Cinema XXI sebagai penyedia lokasi, serta dukungan media, influencer, dan berbagai komunitas film.
Pemilihan IMAX Agora XXI juga bukan tanpa alasan. Selain karena Colony diproduksi dalam format IMAX, lokasi tersebut dinilai mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih maksimal bagi penonton.
"Kami menyelenggarakannya di IMAX Agora XXI karena film ini memiliki format IMAX. Selain itu, lokasinya sangat strategis," jelasnya.
Hadirkan Pengalaman Zombie yang Imersif
Untuk memperkuat atmosfer film, penyelenggara menghadirkan sejumlah pemeran zombie yang berinteraksi langsung dengan pengunjung sebelum pemutaran film dimulai.
"Karena filmnya tentang zombie, maka kami mendatangkan zombie juga di acara ini agar penonton dapat merasakan experience yang sama," kata Dimas.
Ia menilai konsep nobar menjadi strategi promosi yang efektif karena menghadirkan pengalaman emosional yang sulit didapatkan ketika menonton sendirian.
"Reaksi penonton yang organik seperti ketegangan, tawa, atau tepuk tangan sangat efektif untuk memicu diskusi dan rasa penasaran publik terhadap film ini," ujarnya.
Antusiasme Tinggi di Media Sosial
Sebelum penayangan perdana, Colony telah menarik perhatian luas di media sosial. Dimas mengungkapkan tingginya interaksi publik terlihat dari ribuan komentar serta banyaknya pertanyaan mengenai jadwal tayang film tersebut.
Menurutnya, antusiasme tersebut dipengaruhi oleh reputasi sutradara Yeon Sang-ho yang sebelumnya sukses besar melalui Train to Busan, serta kehadiran jajaran bintang ternama seperti Jun Ji-hyun, Ji Chang-wook, Koo Kyo-hwan, Shin Hyun-been, Kim Shin-rok, dan Go Soo.
Tantangan Lawan Film Bajakan
Di tengah tingginya minat masyarakat, Dimas mengakui tantangan terbesar promosi Colony adalah beredarnya versi bajakan film tersebut di internet sebelum perilisan resmi.
"Tantangan terbesarnya adalah karena film ini sudah ada bajakannya. Mengajak masyarakat untuk tidak menonton versi bajakan menjadi PR kami," ungkapnya.
Karena itu, Prima Cinema mengajak masyarakat untuk menikmati film melalui jalur resmi di bioskop guna mendukung industri perfilman dan mendapatkan pengalaman menonton terbaik.
Target Pecinta Film Korea dan Horor
Dimas menjelaskan bahwa target utama Colony adalah penggemar film Korea, khususnya pecinta genre horor dan thriller, termasuk komunitas penggemar Ji Chang-wook.
Namun demikian, ia optimistis film ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat umum karena menawarkan cerita yang kuat, ketegangan yang intens, serta konsep zombie evolutif yang berbeda dari film-film sejenis.
Setelah nobar perdana, rangkaian promosi akan dilanjutkan melalui berbagai aktivitas digital di media sosial hingga hari penayangan resmi.
"Kami berharap penonton keluar dari studio dengan perasaan puas dan kemudian merekomendasikannya secara organik kepada keluarga maupun teman-teman mereka. Harapan terbesar kami, review mereka akan menciptakan FOMO yang positif sehingga semakin banyak orang datang ke bioskop saat penayangan reguler nanti," tutup Dimas.
Disutradarai Yeon Sang-ho, Colony mengisahkan wabah virus eksperimental yang lepas kendali di sebuah gedung konferensi bioteknologi. Berbeda dari film zombie pada umumnya, para korban infeksi dalam film ini mengalami evolusi biologis yang terus berkembang, menciptakan ancaman baru yang lebih kompleks dan mematikan.
Dengan konsep segar, jajaran pemain papan atas, serta reputasi sutradara yang telah mendunia, Colony diprediksi menjadi salah satu film Korea paling dinantikan oleh penonton Indonesia pada tahun 2026.
Penulis: KoMic

Komentar