Yudhie Haryono Serukan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945 Asli
ASKARA - Presidium Forum Negarawan, Yudhie Haryono, menyerukan pentingnya gerakan nasional untuk kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 asli sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Dalam tulisannya berjudul "Kembali ke Pancasila dan Konstitusi Asli", Yudhie menilai Indonesia tengah menghadapi krisis jati diri yang serius. Menurutnya, berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, hingga moral bangsa berakar pada semakin jauhnya praktik penyelenggaraan negara dari nilai-nilai dasar yang diwariskan para pendiri bangsa.
"Indonesia membutuhkan anak-anak ideologis yang mencintai bangsanya dan siap mengabdikan jiwa raganya demi kejayaan Indonesia," ujar Yudhie, Sabtu (30/5).
Ia menggambarkan adanya pertarungan antara kelompok aktivis dan idealis yang berupaya menyelamatkan bangsa dengan kelompok oligarki yang lebih fokus mempertahankan kekuasaan dan kepentingan kelompoknya. Dalam situasi tersebut, kata dia, para idealis menghadapi tantangan berat karena harus berhadapan dengan kekuatan yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif.
Menurut Yudhie, berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terus berulang telah melahirkan krisis moral yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut, lanjutnya, turut memicu tumbuhnya berbagai fenomena negatif, mulai dari intoleransi, radikalisme, hingga maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang meresahkan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun narasi kebangsaan yang kuat. Menurutnya, dalam sejarah dunia, kekuatan besar sering kali dibangun melalui narasi yang mampu menggerakkan masyarakat menuju tujuan bersama.
"Perang sering dimulai dengan narasi dan diakhiri dengan narasi. Karena itu, kaum idealis harus terus menulis, menyebarkan gagasan, dan membangun kesadaran publik agar perang kejeniusan dapat dimenangkan," katanya.
Yudhie menegaskan bahwa Indonesia harus kembali menghidupkan cita-cita negara Pancasila yang berlandaskan lima sila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara, menurutnya, harus hadir melalui kebijakan yang mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Selain itu, ia menilai negara perlu menjalankan empat fungsi utama secara optimal, yakni memberikan perlindungan, mewujudkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menjaga ketertiban sosial.
Dalam pandangannya, gerakan kembali kepada Pancasila dan UUD 1945 asli memiliki makna yang sama pentingnya dengan gerakan kembali kepada sumber ajaran dalam tradisi keagamaan, yakni sebagai upaya menemukan kembali arah dan identitas bangsa.
"Semoga kita segera siuman sebagai bangsa, menjadi warga negara yang waras, yang menjunjung tinggi kebenaran, moral, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," tutup Yudhie.

Komentar