Cahaya Iduladha dan Peran Perempuan Jadi Sorotan Legislator Jabar
ASKARA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah Oded, mengajak masyarakat memaknai Iduladha sebagai momentum memperkuat ketulusan, pengorbanan, dan peran perempuan dalam menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan sosial.
Dalam tulisan reflektif bertajuk “Cahaya Iduladha, Nikmatnya Berkorban dan Bahagianya Perempuan”, Siti Muntamah menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan pengingat tentang nilai keikhlasan dan cinta yang diwujudkan melalui pengorbanan.
“Iduladha mengajarkan bahwa cinta sering kali hadir dalam bentuk pengorbanan,” tulis Siti Muntamah di Bandung, Selasa (27/5/2026).
Ia mengulas keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar sebagai simbol kekuatan iman, keteguhan, dan ketulusan dalam menjalani ujian kehidupan.
Menurutnya, esensi kurban tidak terletak pada bentuk fisik persembahan, melainkan ketakwaan dan ketulusan hati sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37.
Dalam refleksinya, Siti Muntamah juga memberi perhatian khusus terhadap peran perempuan, terutama para ibu, yang setiap hari menjalani pengorbanan dalam kehidupan keluarga.
“Mereka menyimpan lelah di balik senyum, menyembunyikan cemas di balik pelukan, dan mengubah doa-doanya menjadi kekuatan bagi keluarga,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengorbanan tidak berarti perempuan harus mengabaikan kebahagiaan dan pengembangan dirinya sendiri.
Menurutnya, perempuan juga berhak menjaga kesehatan, mengembangkan potensi, melanjutkan pendidikan, hingga mengejar cita-cita sebagai bagian dari proses merawat energi kehidupan yang nantinya akan dibagikan kepada keluarga dan masyarakat.
Siti Muntamah menilai setiap perempuan memiliki medan perjuangan yang berbeda-beda, baik sebagai ibu rumah tangga, guru, tenaga kesehatan, pelaku usaha, aktivis sosial, akademisi, maupun pemimpin publik.
“Tidak ada satu ukuran tunggal tentang keberhasilan perempuan. Semua jalan pengabdian itu mulia,” katanya.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Karena itu, momentum Iduladha diharapkan menjadi pengingat pentingnya menghadirkan kepedulian sosial, memperkuat empati, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat.
“Kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali menghadirkan perubahan besar,” ujar Siti Muntamah.
Ia berharap semangat Iduladha mampu menginspirasi masyarakat, khususnya perempuan, untuk terus bertumbuh, menjaga optimisme, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Komentar