Penelusuran Spiritual dan Sejarah Makam Joko Sesuruh di Gumelem Wetan Mulai Terkuak
ASKARA – Misteri sosok Joko Sesuruh yang dimakamkan di Desa Gumelem Wetan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai mendapat perhatian dari tim penelusur sejarah dan spiritual. Sejumlah temuan lapangan, analisa sejarah, hingga pendekatan spiritual mencoba mengungkap siapa sebenarnya tokoh yang dimakamkan di lokasi yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Makam Joko Sesuruh.
Penelusuran tersebut dituangkan dalam jurnal penelitian yang disusun oleh R.Ngt. Arini Sanjaya, SE bersama tim yang terdiri dari Herman, Sirla, Ismail, Fathul Bari, Seto Aji, Tulus, Sugiyanto, dan sejumlah tokoh lokal lainnya.
Dalam jurnal bertajuk Jurnal Makam Joko Sesuruh, tim mengungkapkan bahwa selama ini belum ada narasi sejarah yang jelas mengenai siapa sebenarnya Joko Sesuruh dan mengapa makamnya berada di Gumelem Wetan.
“Nama Joko Sesuruh dalam berbagai cerita rakyat sering dikaitkan dengan Brawijaya IV. Namun mengapa makamnya berada di Gumelem Wetan masih menjadi misteri yang menarik untuk ditelusuri,” tulis Arini dalam jurnalnya tertanggal 21 Mei 2026.
*Energi Sakral dan Penelusuran Spiritual*
Penelusuran awal dilakukan pada Minggu Pon, 22 Maret 2026 di kompleks makam tua yang berada tidak jauh dari SDN 2 Gumelem Wetan. Di lokasi tersebut terdapat empat bangunan bercungkup dan satu area tanpa atap.
Tim mengaku merasakan suasana dingin dan sakral saat melakukan doa bersama dan tahlil didampingi juru kunci makam.
Nama-nama yang dikenal masyarakat di lokasi itu antara lain Joko Sesuruh atau Joko Suruh, Joko Sura/Sura Menggala, Mbah Buda, Mbah Sari Wulan, hingga Nyai Sekati.
Dalam pendekatan spiritual dan meditasi batin, tim penelusur menyebut energi di lokasi tersebut memiliki kemiripan dengan kompleks makam Pengging Sepuh di Boyolali yang berkaitan dengan garis keturunan Brawijaya.
“Muncul indikasi adanya keterkaitan dengan trah Brawijaya dengan Ki Ageng Giring,” tulis Arini.
*Diduga Berkaitan dengan Brawijaya IV*
Berdasarkan penelusuran silsilah sejarah yang mengacu pada tulisan KRT Koes Sajid Jayaningrat, Joko Sesuruh disebut memiliki keterkaitan dengan Prabu Brawijaya IV.
Dalam jurnal itu disebutkan pula kemungkinan hubungan genealogis antara Joko Sesuruh dengan Ki Ageng Giring III atau Raden Kertonadi yang merupakan keturunan Brawijaya IV.
Tim menduga Ki Ageng Giring III pernah datang ke wilayah Gumelem karena di daerah tersebut telah lebih dahulu terdapat padepokan atau pengikut Joko Sesuruh.
“Hal ini memungkinkan karena Ki Ageng Giring melakukan perjalanan dari Mataram menuju wilayah yang diyakini sebagai tempat buyutnya tinggal,” tulis jurnal tersebut.
*Penemuan Batu Gilang dan Tuk Air*
Penelusuran lanjutan dilakukan pada Kamis, 14 Mei 2026 di Bukit Girilangan, Gumelem Wetan. Di lokasi tersebut tim menemukan situs yang dikenal sebagai Batu Gilang.
Dalam meditasi dan pendekatan spiritual, Batu Gilang diyakini sebagai tempat semedi atau meditasi manunggaling kawula Gusti milik Joko Sesuruh.
Tim juga menemukan kesamaan pohon Kedoya di area Batu Gilang di lereng bukit Girilangan, dengan pohon Kadoya di kompleks makam Joko Sesuruh. Kesamaan pohon tersebut diyakini sebagai penanda atau “tetenger” yang dibuat para leluhur. Bahwa kedua tempat itu saling terkait
Selain itu, ditemukan pula sumber mata air atau belik di belakang area makam yang hingga kini masih dimanfaatkan warga sekitar.
“Keberadaan tuk atau belik air memperkuat dugaan adanya permukiman atau padepokan di sekitar lokasi makam,” jelas Arini.
Tak jauh dari sumber air itu, tim menemukan batu umpak yang diduga bekas fondasi padepokan kuno yang kini berada di area lapangan desa.
*Dugaan Situs Candi Kuno*
Penelusuran juga mengarah ke kawasan Bale Kambang di belakang Masjid Lewok, Gumelem Wetan. Berdasarkan pendekatan spiritual, tim menduga terdapat situs candi kuno yang kini tertimbun lumpur persawahan.
Jika dugaan itu benar, maka kawasan tersebut diyakini pernah menjadi pusat aktivitas spiritual Joko Sesuruh setelah turun dari tahta dan memilih menjalani kehidupan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Tim juga menyebut Batu Gilang kemungkinan berasal dari situs candi kuno tersebut.
*Masih Sebatas Jurnal Penelusuran*
Meski demikian, Arini menegaskan bahwa tulisannya masih berupa jurnal penelusuran awal yang memadukan data primer, observasi lapangan, meditasi, dan pendekatan spiritual.
Ia menyadari masih diperlukan penelitian arkeologis dan kajian akademis yang lebih mendalam untuk memastikan identitas Joko Sesuruh secara ilmiah.
“Tulisan ini tidak bermaksud mengubah sejarah yang ada, melainkan menjadi awal terbukanya kembali misteri tentang siapa sebenarnya Joko Sesuruh yang dimakamkan di Gumelem Wetan,” tulisnya.
Tim penelusur berharap para ahli sejarah, arkeolog, dan instansi terkait dapat melakukan penelitian lebih lanjut terhadap situs-situs yang ditemukan di kawasan tersebut.

Komentar