Selasa, 21 Juli 2026 | 18:46
NEWS

Polemik Paskibraka Sulsel 2026, Wali Kota Makassar Minta Seleksi Transparan

Polemik Paskibraka Sulsel 2026, Wali Kota Makassar Minta Seleksi Transparan
Cathlyn Yvaine Lesmana, tidak masuk dalam daftar akhir peserta Paskibraka yang dikirim ke tingkat nasional. (Dok Askara)

ASKARA – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026 perwakilan Sulawesi Selatan menjadi sorotan publik setelah siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang dikirim ke tingkat nasional.

Merespons polemik tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta proses seleksi Paskibraka dilakukan secara transparan, objektif, dan adil agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair,” ujar Munafri dalam keterangannya di Makassar, Rabu (27/5/2026).

Nama Cathlyn sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial karena disebut berada di peringkat tiga besar dalam tahapan seleksi tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam proses awal seleksi, Cathlyn dinilai memiliki peluang besar lolos menjadi wakil Sulsel ke tingkat nasional. Namun pada penetapan akhir, namanya tidak tercantum dalam daftar peserta yang dikirim ke Jakarta.

Dari informasi yang berkembang, posisi Cathlyn kemudian digantikan oleh Keisha Ratu Utami, siswi SMAN 1 Jeneponto yang sebelumnya disebut tidak masuk peringkat 10 besar dalam beberapa tahapan seleksi awal.

Kondisi tersebut memicu berbagai reaksi publik dan memunculkan dugaan ketidaktransparanan dalam proses seleksi.

Perbincangan di media sosial semakin meluas setelah muncul narasi yang menyebut Cathlyn “dianulir” atau dicoret dari daftar peserta nasional. Bahkan, sejumlah unggahan mengaitkan kegagalan tersebut dengan faktor latar belakang etnis dan kemampuan berbahasa daerah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman membantah adanya pencoretan terhadap Cathlyn.

“Tidak ada yang namanya dianulir. Dianulir itu kalau sudah diumumkan lalu dibatalkan. Ini kan masih on going process, masih proses berjalan,” kata Jufri kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Jufri menjelaskan, sejak awal terdapat peserta lain yang memiliki nilai lebih tinggi. Selain itu, berdasarkan hasil seleksi pusat, Cathlyn disebut tidak memenuhi beberapa persyaratan kesehatan.

Menurutnya, terdapat catatan terkait kondisi penglihatan dan struktur telapak kaki atau flat foot yang menjadi pertimbangan dalam tahapan seleksi nasional.

“Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga ada, apa istilahnya, flat foot atau telapak kaki datar,” ujarnya.

Ia menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah Sulawesi Selatan.

“Dia tetap diikutkan ke seleksi pusat sebagai bentuk dukungan dan penyemangat. Tetapi gugurnya di panitia seleksi pusat, bukan di sini,” pungkasnya.

 

Komentar