Alpius Madai Dedikasikan Hidup Bangun Pendidikan Anak Papua
ASKARA – Sosok Alpius Madai S.Pd., M.Pd., dikenal sebagai guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP) melalui pendidikan.
Pria berdarah asli Suku Mee asal Kabupaten Deiyai, Papua Tengah itu telah mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan sejak bertugas di SD Inpres Siramit, Distrik Pantai Kasuari, Kabupaten Asmat, pada tahun 2006.
Saat ditemui ASKARA dalam kunjungan ke SD YPPGI Geradus Adi, Senin (26/5/2026), Alpius Madai menuturkan bahwa saat ini dirinya dipercaya menjabat sebagai Pengawas SD Kimam berdasarkan SK Bupati periode 2018–2026.
Perjuangan Alpius dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Papua diwujudkan dengan merintis pendirian SD YPPGI Geradus Adi sejak tahun 2007.
“Saya terpanggil mendirikan sekolah dasar Geradus Adi, karena lokasi bangunan sekolah yang dulu masih semi permanen ini dulunya lingkungan sangat rawan tindakan kriminalitas,” ujar Alpius mengenang awal perjuangannya.
Menurutnya, pendidikan menjadi jalan utama untuk mengubah masa depan anak-anak Papua agar memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Saya berpikir, masa depan yang baik hanya ketika anak-anak ini sekolah. Mendidik anak-anak ini juga secara mental dan rohani supaya mereka tahu Firman Tuhan,” katanya, Selasa (26/5).
Ia mengungkapkan, para siswa yang belajar di lingkungan tersebut berasal dari berbagai latar belakang suku seperti Muyu, Mappi, Asmat, Wamena, Mee, Paniai, NTT hingga Biak.
Perjuangan panjang Alpius pun membuahkan hasil. Sejak berdiri pada 2007 hingga 2026, SD YPPGI Geradus Adi telah meluluskan sekitar 250 murid ke jenjang SMP.
Tidak berhenti di tingkat sekolah dasar, Alpius juga terus mengembangkan lembaga pendidikan YPPGI dengan mendirikan SMP dan SMTK (Sekolah Menengah Teologi Kristen).
SMTK tersebut menjadi sekolah kejuruan berbasis pendidikan Kristen yang melibatkan para hamba Tuhan sebagai tenaga pengajar.
Bagi Alpius, pendidikan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup untuk membangun generasi Papua yang lebih maju.
“Saya su dekat pensiun, tapi percaya pasti Tuhan buka jalan,” ujarnya menutup perbincangan.

Komentar