Selasa, 21 Juli 2026 | 22:44
NEWS

IAPVC 2026 Taman Safari Angkat Biodiversitas Indonesia ke Panggung Dunia

IAPVC 2026 Taman Safari Angkat Biodiversitas Indonesia ke Panggung Dunia
Board of Advisory Taman Safari Indonesia, Agus Santoso (Dok Panca)

ASKARA - Taman Safari Indonesia kembali menggelar International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 sebagai ajang promosi konservasi satwa liar dan biodiversitas Indonesia ke tingkat internasional.

Memasuki penyelenggaraan ke-35, kompetisi fotografi dan video satwa liar ini mengusung tema “From Lens to Legacy” yang menekankan pentingnya karya visual sebagai media edukasi dan kampanye pelestarian lingkungan.

Board of Advisory Taman Safari Indonesia, Agus Santoso, mengatakan IAPVC kini berkembang bukan hanya sebagai lomba fotografi, tetapi juga gerakan konservasi yang memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia kepada dunia.

“Tahun ini kami ingin menunjukkan bahwa karya visual tidak hanya menangkap gambar, tetapi juga menyampaikan pesan konservasi dan meninggalkan warisan penting bagi generasi mendatang,” ujar Agus Santoso saat peluncuran IAPVC 2026 di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Agus, selama lebih dari tiga dekade penyelenggaraan, IAPVC telah menghasilkan ribuan karya foto dan video satwa liar dari berbagai daerah di Indonesia. Karya-karya tersebut dinilai berhasil memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya.

Pada tahun ini, Taman Safari Indonesia juga menggandeng Wild Captain International untuk memperluas kolaborasi lintas negara dalam bidang konservasi dan fotografi satwa liar.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas pertukaran ide dan memperkenalkan biodiversitas Indonesia kepada komunitas fotografi internasional, termasuk di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Selain menghadirkan sembilan kategori lomba fotografi dan video satwa liar, panitia juga meresmikan Komunitas Fotographer IAPVC sebagai wadah bagi pecinta fotografi alam dan satwa untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kampanye konservasi melalui karya kreatif.

Agus menambahkan, meningkatnya jumlah peserta setiap tahun menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap fotografi satwa liar dan isu pelestarian lingkungan.

“Kompetisi ini bukan sekadar soal menang, tetapi bagaimana karya visual bisa menjadi suara konservasi dan menginspirasi generasi muda untuk ikut menjaga alam,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Taman Safari Indonesia juga mengumumkan bayi panda bernama Satrio Wiratama yang lahir di TSI Cisarua akan diperkenalkan resmi kepada publik pada 30 Mei 2026 di Istana Panda TSI Cisarua.

Kehadiran bayi panda itu diharapkan menjadi bagian dari edukasi konservasi satwa langka kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

 

Komentar