Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:29
NEWS

John Gluba Gebze Soroti Potensi Kampung dan Kebangkitan Ekonomi Marind

John Gluba Gebze Soroti Potensi Kampung dan Kebangkitan Ekonomi Marind
Hasil perikanan dan pertanian di Merauke (Dok JGG)

ASKARA - Tokoh masyarakat Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi kampung berbasis potensi sumber daya alam lokal dan pemberdayaan masyarakat adat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.

Menurut Johanes Gluba Gebze, kampung-kampung di Merauke memiliki keunggulan komparatif yang besar melalui kekayaan sumber daya alam seperti ikan kakap, ikan mujair, serta berbagai potensi lainnya yang dinilai belum teridentifikasi dan terdokumentasi secara faktual.

“Dengan keunggulan komparatif potensi sumber daya alam kampung-kampung di Kabupaten Merauke, kita harus membangun konstruksi fondasi kesejahteraan warga secara kontinyu melalui strategi pendampingan kader-kader pelaku ekonomi kampung,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai penguatan kapasitas masyarakat kampung menjadi langkah penting agar warga mampu mengelola potensi daerahnya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, Johanes Gluba Gebze juga menyoroti proses transformasi tata kelola pertanian di kawasan Wasur II, Kabupaten Merauke, yang mulai bergerak menuju mekanisasi pertanian dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menurutnya, perubahan tersebut kini mulai dikendalikan langsung oleh generasi muda Marind dari Kampung Ilwayab dan Kampung Wan, Distrik Waan, Pulau Dolok Kimaam, Provinsi Papua Selatan.

“Proses transformasi kultur tata kelola lahan pertanian di Wasur II menuju mekanisasi alsintan sedang berlangsung dan mulai dikendalikan anak-anak Marind,” katanya.

Ia menyebut keterlibatan generasi muda adat dalam pengelolaan pertanian modern menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi masyarakat lokal di Papua Selatan.

Johanes Gluba Gebze juga mengapresiasi munculnya kelompok kader ekonomi kampung yang mulai membangun kesadaran dan inovasi dalam mengembangkan usaha produktif.

Menurutnya, selama ini banyak masyarakat sebenarnya memiliki kemampuan, namun kurang percaya diri dan belum memperoleh kesempatan yang memadai.

“Kelompok kader penghasil makanan dan pencetak duit lahir dari kesadaran bahwa sesungguhnya kami bisa. Tetapi karena tidak percaya diri dan belum diberi kesempatan, seakan-akan kami tidak mampu melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah, lembaga pendamping, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat adat melalui pendidikan, pendampingan, dan akses permodalan agar kesejahteraan warga kampung di Papua Selatan dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

 

Komentar