Perkuat Ketahanan Pesisir
PHI Tanam 1.500 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari
ASKARA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi ekosistem pesisir di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sebanyak 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) ditanam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus mendukung pengendalian perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu lalu itu merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan serentak oleh PHI Regional 3 Kalimantan. Mengusung semangat #NowForClimate, aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus perlindungan ekosistem pesisir Indonesia.
Pelaksanaan program melibatkan organisasi lingkungan Lindungi Hutan, kelompok petani, serta masyarakat Pulau Pari. Sekitar 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi juga turun langsung melakukan penanaman sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Manager Environment PHI, Kemas Adrian, mengatakan rehabilitasi ekosistem pesisir merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Kemas Adrian, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan, program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak, aksi penanganan perubahan iklim, serta perlindungan ekosistem daratan.
PHI memandang mangrove dan lamun sebagai bagian penting dari ekosistem blue carbon yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar selama puluhan hingga ratusan tahun. Selain berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut, kedua ekosistem ini juga berperan melindungi garis pantai dari abrasi, meredam energi gelombang, menjaga kualitas perairan, serta menopang produktivitas sektor perikanan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan pada luasan yang sama. Sementara padang lamun juga menjadi penyerap karbon alami yang sangat efektif melalui biomassa dan sedimen dasar laut.
Program rehabilitasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Pulau Pari. Perwakilan kelompok petani setempat menilai penanaman mangrove dan lamun memberikan manfaat nyata dalam mengurangi ancaman abrasi sekaligus memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi akibat perubahan iklim.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Pari menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari abrasi pantai, berkurangnya padang lamun, hingga kenaikan muka air laut. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan organisasi lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Melalui program ini, PHI berharap manfaat yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada peningkatan cadangan karbon biru dan perlindungan habitat laut, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat pesisir melalui lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Indonesia mengelola operasi hulu minyak dan gas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bersama SKK Migas dan para mitra, PHI terus menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pencapaian SDGs serta mewujudkan komitmen #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Komentar