Kamis, 02 Juli 2026 | 07:40
NEWS

Paus Leo XIV Sebut Pasien ALS sebagai 'Nabi Kehidupan'

Paus Leo XIV Sebut Pasien ALS sebagai 'Nabi Kehidupan'
Paus Leo XIV menyapa pasien ALS (Dok Vaticannews)

ASKARA - Paus Leo XIV menerima kunjungan anggota Italian Association for Amyotrophic Lateral Sclerosis (AISLA) di Vatikan, Jumat waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Paus menyebut para pasien ALS sebagai “nabi” yang mengajarkan dunia tentang makna sejati kehidupan.

Pertemuan itu dihadiri pasien ALS, keluarga, relawan, tenaga kesehatan, serta para pendamping yang selama ini terlibat dalam pelayanan bagi penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau Sklerosis Lateral Amiotrofik, penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sistem saraf pengendali otot.

Penyakit ALS menyebabkan kelemahan otot secara bertahap hingga penderita mengalami kesulitan bergerak, berbicara, menelan, bahkan bernapas. Penyakit ini juga dikenal luas sebagai penyakit Lou Gehrig.

Dalam sambutannya, Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi terhadap AISLA atas komitmen mereka dalam pendampingan pasien, advokasi hak-hak penderita, hingga dukungan terhadap penelitian medis.

“Setiap hari, dengan komitmen, iman, dan keberanian, kalian menunjukkan bahwa kebaikan dan nilai kehidupan jauh lebih besar daripada penyakit,” ujar Paus Leo XIV.

Paus menegaskan bahwa kehadiran dan kedekatan kepada pasien merupakan bentuk nyata kasih yang juga dicontohkan Yesus Kristus, yang mendekati orang-orang menderita dengan penuh belas kasih, bukan dari kejauhan.

Menurut Paus, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan organisasi, tetapi juga membutuhkan kehadiran secara fisik dan emosional untuk memahami aspek biologis, psikologis, dan spiritual manusia.

“Gereja sangat menghargai sikap untuk selalu dekat dengan mereka yang menderita,” katanya.

Paus juga mengingatkan bahwa penderitaan sering menghadirkan pertanyaan mendalam tentang makna hidup dan pertanyaan tersebut tidak boleh diabaikan.

Dalam kesempatan itu, Paus Leo XIV turut memberikan penghormatan kepada para relawan AISLA yang dinilainya menjadi jawaban nyata terhadap budaya membuang dan mengabaikan kelompok rentan di tengah masyarakat modern.

Melalui pelayanan solidaritas dan pengabdian tanpa pamrih, para relawan dinilai telah menunjukkan bahwa tidak seorang pun boleh ditinggalkan, terutama saat menghadapi penderitaan dan kelemahan.

Mengenang kisah sengsara Yesus Kristus, Paus menegaskan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. Menurutnya, salib dan kebangkitan Kristus menjadi simbol bahwa cinta kasih dan kuasa Tuhan lebih kuat daripada rasa sakit.

“Rasa sakit dan penderitaan tidak dapat menghentikan cinta ataupun memadamkan kuasa Tuhan,” ujar Paus.

Menutup sambutannya, Paus Leo XIV mempercayakan para pasien ALS, keluarga, dan relawan kepada perlindungan Bunda Maria serta para santo pelindung orang sakit. Ia juga menyampaikan doa dan berkat bagi seluruh anggota AISLA atas dedikasi mereka mendampingi para penderita ALS di Italia.

 

 

Komentar