Rabu, 17 Juni 2026 | 23:44
COMMUNITY

HAAK Katedral Jakarta Tampilkan Tarian Likurai di HUT KAJ ke-219

HAAK Katedral Jakarta Tampilkan Tarian Likurai di HUT KAJ ke-219
Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Katedral Jakarta turut ambil bagian dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-219 (Dok HAAK K7)

ASKARA - Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Katedral Jakarta turut ambil bagian dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-219 dengan menghadirkan kegiatan budaya dan kolaborasi lintas komunitas.

Ketua HAAK Katedral Jakarta, Hendrik Baria, mengatakan keterlibatan HAAK dalam perayaan HUT KAJ tahun ini merupakan bentuk penguatan semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama.

“Dalam pelaksanaan tugas pada kegiatan HUT KAJ ke-219 ini, HAAK Katedral juga berkolaborasi bersama berbagai komunitas dan masyarakat,” ujar Hendrik Baria.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan Ikatan Keluarga Malaka Jakarta (IKMJ), komunitas lintas iman, serta masyarakat RW 08 Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Menurut Hendrik, kolaborasi lintas komunitas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan harmonis antaragama dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat perkotaan yang majemuk.

Dalam rangkaian acara tersebut, HAAK Katedral Jakarta juga menampilkan Tarian Likurai, tarian tradisional khas Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mendapat perhatian para pengunjung.

Tarian Likurai merupakan tarian tradisional masyarakat Tetun yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan, pejuang yang pulang dari medan perang, maupun dalam perayaan panen.

Penampilan budaya tersebut menghadirkan nuansa khas Indonesia Timur dalam perayaan HUT KAJ yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Hendrik menilai pelestarian budaya daerah dalam kegiatan sosial dan keagamaan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

“Melalui budaya, kita bisa memperkuat persaudaraan dan membangun toleransi yang lebih nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Perayaan HUT KAJ ke-219 sendiri diisi berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kebersamaan lintas komunitas sebagai bentuk penguatan nilai keberagaman dan persatuan di Jakarta.

 

Komentar