Rabu, 22 Juli 2026 | 04:18
NEWS

Nilai Ekonomi Kopi Dinilai Lebih Besar dari Tambang Emas

Nilai Ekonomi Kopi Dinilai Lebih Besar dari Tambang Emas
Ilustrasi nilai ekonomi kopi Arabika Gayo jauh lebih besar dan berkelanjutan dibandingkan aktivitas tambang emas di Aceh Tengah (Dok Askara)

ASKARA - Aktivis muda Aceh, Zam Zam Mubarak, menilai nilai ekonomi kopi Arabika Gayo jauh lebih besar dan berkelanjutan dibandingkan aktivitas tambang emas di Aceh Tengah. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti pemaparan investor tambang di Oproom Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Jumat.

Dalam keterangannya, Zam Zam Mubarak mengingatkan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga agar lebih memprioritaskan pengembangan sektor kopi yang selama ini menjadi identitas dan kekuatan ekonomi masyarakat Gayo.

“Presiden hari ini telah memprioritaskan menjaga kepentingan ekonomi nasional melalui pengembangan Kopi Arabika Gayo. Dari pemaparan tadi sudah jelas nilai ekonomi kopi lebih besar daripada tambang emas,” kata Zam Zam Mubarak, Jumat (8/5).

Menurutnya, Aceh masih berada dalam situasi rentan pascabencana, bahkan sejumlah bencana susulan masih terjadi di berbagai wilayah. Karena itu, ia menilai aktivitas tambang bukan solusi tepat untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah.

“Aceh masih berduka, bencana susulan masih terjadi. Tambang bukan solusi dalam percepatan rehab rekon hari ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecilnya porsi pendapatan yang diterima daerah dan desa dari aktivitas pertambangan. Menurut Zam Zam, angka pembagian tersebut tidak sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan.

“Apalagi daerah hanya mendapatkan 2,5 persen dan desa 2,5 persen. Perhitungan ini tidak sebanding dengan kerusakan ekologis di depan mata,” tegasnya.

Zam Zam menambahkan, Aceh Tengah merupakan kawasan dengan risiko bencana yang cukup tinggi sehingga diperlukan kajian komprehensif sebelum mengambil kebijakan terkait tambang.

“Kajian komprehensif harus dibangun mengingat Aceh Tengah daerah risiko bencana sangat besar,” katanya.

Ia pun mendorong agar kawasan yang memiliki potensi tambang dijadikan sebagai collateral asset atau aset penyangga untuk pengembangan sektor lain yang lebih berkelanjutan, seperti pariwisata, ketahanan pangan, dan kopi Arabika Gayo.

“Jadikan wilayah tambang sebagai collateral asset untuk pengembangan sektor pariwisata, pangan, dan Kopi Arabika Gayo,” pungkasnya.

 

Komentar