Selasa, 21 Juli 2026 | 22:31
NEWS

Piter Genuny Isi Pelatihan Gender di Papua Selatan

Piter Genuny Isi Pelatihan Gender di Papua Selatan
Public speaker asal Jayapura, J.A. Piter Genuny, menjadi narasumber dalam kegiatan Program Pengarusutamaan Gender yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan. (Dok Winona)

ASKARA - Public speaker asal Jayapura, J.A. Piter Genuny, menjadi narasumber dalam kegiatan Program Pengarusutamaan Gender yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6–7 Mei 2026, di Bell Hotel.

Pelatihan yang mengusung subtema Pengembangan Kapasitas Etika, Integritas, dan Kemampuan Berkomunikasi ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unsur, mulai dari lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, kelompok perempuan, lembaga perlindungan anak, PKK, hingga aparatur sipil negara dari empat kabupaten, yakni Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.

Dalam pemaparannya, Piter Genuny membawakan materi tentang pengelolaan public speaking secara efektif. Ia menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai bagian dari penguatan kapasitas individu, terutama bagi para pegiat pemberdayaan perempuan.

“Kepercayaan diri lahir dari kemampuan mengenali diri dan membangun citra positif. Jangan takut tampil, jadilah diri sendiri,” ujar Piter di hadapan peserta.

MC ternama di Papua itu tampil dengan ciri khasnya mengenakan jas dan topi, yang sekaligus menjadi bagian dari personal branding-nya. Ia juga membagikan pengalamannya di tingkat nasional serta memotivasi peserta untuk berani membangun identitas diri yang kuat dalam setiap peran yang dijalani.

Selain Piter, pelatihan ini turut menghadirkan narasumber lain, yakni Juliana Petronela Fonataba yang memberikan materi pendukung selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, anggota DPR Provinsi Papua Selatan, Supia Kwamtagai, menyampaikan materi terkait penguatan kapasitas perempuan di parlemen.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam aspek komunikasi, etika, dan integritas, sekaligus memperkuat peran lembaga layanan dalam pemberdayaan perempuan di Papua Selatan.

 

 

Komentar