Kamis, 23 Juli 2026 | 04:05
NEWS

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Kadin Apresiasi Program Pemerintah

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Kadin Apresiasi Program Pemerintah
Kadin apresiasi program Plpemerintah (Dok Askara)

ASKARA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi kinerja pemerintah setelah pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari percepatan berbagai program prioritas yang dijalankan sejak awal tahun.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan hasil nyata dari implementasi kebijakan pemerintah, mulai dari percepatan belanja negara, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan perumahan dan peningkatan investasi.

“Kami mengapresiasi kinerja pemerintah. Program yang dijalankan sejak awal 2025 mulai menunjukkan hasil pada tahun ini,” ujar Anindya dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, capaian pertumbuhan 5,61 persen menjadi yang tertinggi di antara negara G20, melampaui China (5 persen), Singapura (4,6 persen), Korea Selatan (3,6 persen), Arab Saudi (2,8 persen), dan Amerika Serikat (2,8 persen).

Kadin menilai, penguatan ekonomi tidak hanya ditopang konsumsi domestik dan belanja pemerintah, tetapi juga mulai terlihat dari terbukanya pasar ekspor baru serta meningkatnya arus investasi, termasuk investasi skala menengah yang mulai menyebar ke daerah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat optimisme tersebut. Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mencatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS, meningkat dari Februari sebesar 1,27 miliar dolar AS. Tren surplus ini telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, dengan kontribusi signifikan dari sektor hilirisasi.

Anindya menekankan pentingnya mendorong pemerataan pertumbuhan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar investasi semakin banyak mengalir ke wilayah.

“Pertumbuhan tidak boleh hanya terjadi di pusat. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,” tegasnya.

Kadin juga menyoroti pentingnya peningkatan kembali dana transfer ke daerah guna menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, BPS mencatat belanja pemerintah yang tumbuh 21,81 persen dan investasi 5,96 persen menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga di level 5,52 persen.

Program MBG disebut sebagai salah satu motor baru ekonomi. Program ini berkembang pesat dengan lebih dari 26 ribu dapur, produksi mencapai 60 juta porsi per hari, serta menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja. Nilai perputaran ekonomi dari program ini diperkirakan mencapai Rp900 miliar per hari.

Kadin menilai, program tersebut tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga memperkuat sektor riil dan mempercepat pemerataan ekonomi hingga ke daerah.

“Program ini menunjukkan bagaimana belanja pemerintah yang tepat sasaran mampu menciptakan efek pengganda bagi perekonomian,” kata Anindya.

Secara keseluruhan, Kadin memandang kinerja ekonomi Indonesia di awal 2026 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global, dengan kombinasi belanja pemerintah, investasi, dan program strategis sebagai penopang utama pertumbuhan.

 

 

Komentar