Minggu, 21 Juni 2026 | 19:16
NEWS

Praktisi Spiritual Soroti Keberadaan Makam Nyai Mataram di Purwareja

Praktisi Spiritual Soroti Keberadaan Makam Nyai Mataram di Purwareja
Praktisi spiritual asal Banjarnegara, R. Ngt Arini di makam Nyai Mataram (Dok Arini)

ASKARA - Praktisi spiritual asal Banjarnegara, R. Ngt Arini, menyoroti keberadaan situs makam kuno yang dikenal masyarakat sebagai Makam Nyai Mataram di wilayah Desa Purwareja.

Menurut Arini, makam tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan R. Ngabehi Mertadiwangsa dan Putri Jeporo sebagai istri , yang merupakan anak dari Bupati Tjitrasoemo. Dari garis keturunan tersebut lahir Raden Joko Saputro.

Secara lokasi, makam Putri Jeporo berada di tengah area persawahan  sekitar 200 meter di belakang RS Emanuel, atau di utara Jalan Gili Bak yang menghubungkan Pasar Hewan Purwareja dengan Dusun Sidamulya hingga ke arah BLK Klampok.

Masyarakat setempat menyebut lokasi ini sebagai Makam Bayi atau Makam Nyai Mataram. Meski demikian, kondisi makam saat ini sudah tidak lagi memiliki nisan asli.

Arini mengapresiasi kepedulian warga yang tetap menjaga kebersihan dan kesakralan area makam tersebut. Ia menilai peran masyarakat sangat penting dalam melestarikan situs sejarah lokal.

"Ke depan diharapkan warga dan pemerintah desa dapat menjaga keaslian situs, termasuk nisan maupun cungkup makam, karena hal itu penting untuk kajian sejarah," ujarnya, Minggu (3/5).

Ia menambahkan, keberadaan makam ini juga memperkaya literasi sejarah lokal, termasuk peran keluarga R. Ngabehi Mertadiwangsa dalam kerja sama pengadaan tebu untuk memasok Pabrik Gula Khoo & Lie di Klampok dan Sokaraja.

 

 

Komentar