Senin, 08 Juni 2026 | 09:57
LIFESTYLE

Kisah Lara, Dari Nyeri Hebat Menuju Harapan Kesembuhan

Kisah Lara, Dari Nyeri Hebat Menuju Harapan Kesembuhan
Ilustrasi Om Piet ketika lakukan terapi kesembuhan (Dok Askara)

ASKARA - Pengalaman lain dibagikan Pieter Dasion atau Om Piet, terapis pijat berbasis titik tubuh, saat menangani seorang pasien perempuan berusia 52 tahun yang sebelumnya dirujuk menjalani operasi oleh sejumlah dokter.

Dalam catatannya, Om Piet menceritakan pasien yang disamarkan dengan nama Lara tersebut mengalami kondisi serius berupa adenomyosis yang menyebabkan perlengketan organ rahim dengan usus dan ginjal. Kondisi itu menimbulkan nyeri hebat hingga pasien harus mengonsumsi obat pereda nyeri jenis morfin.

“Pasien mengaku sudah berbulan-bulan tidak bisa tidur nyenyak karena rasa sakit yang terus menjalar,” tulis Om Piet dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Lara, yang diketahui bekerja di salah satu universitas swasta di Jakarta, juga harus merawat ibunya yang lanjut usia dengan berbagai penyakit. Dalam kondisi tersebut, ia mencari alternatif terapi setelah mendapatkan rujukan tindakan operasi dari enam dokter.

Pertemuan keduanya berlangsung di sebuah kafe di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam sesi terapi, Om Piet melakukan pijatan pada bagian tangan, pundak, dan punggung yang disebut berkaitan dengan sistem saraf dan aliran darah.

Meski terapi tersebut sempat menimbulkan rasa sakit, Lara tetap menjalaninya. Sehari setelah terapi, ia melaporkan adanya perubahan kondisi.

“Ini malam pertama sejak September 2025 saya bisa tidur tanpa terbangun karena nyeri,” tulis Lara dalam pesan yang dibagikan Om Piet.

Selain itu, Lara juga mengaku mulai mengurangi konsumsi obat pereda nyeri. Bahkan dalam beberapa hari berikutnya, ia menyebut tidak lagi mengonsumsi morfin.

Perkembangan lain yang disampaikan adalah berkurangnya intensitas nyeri, meski masih dirasakan di beberapa bagian tubuh. Ia juga melaporkan adanya perubahan fisik yang kemudian akan diperiksa lebih lanjut secara medis.

Om Piet menilai, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi awal adanya perbaikan, meski tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis.

“Apakah sudah membaik sepenuhnya, tentu harus dikonfirmasi dokter. Terapi ini bagian dari ikhtiar untuk membantu melancarkan sistem tubuh,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap proses penyembuhan tidak lepas dari faktor medis dan keyakinan pasien.

Kisah Lara menjadi salah satu testimoni yang dibagikan Om Piet dalam praktik terapinya, yang ia jalani dengan pendekatan sentuhan dan prinsip membantu sesama.

“Semoga ada perubahan menuju sehat. Kita tetap serahkan hasil akhirnya kepada Tuhan dan proses medis,” tutupnya.

 

Komentar