Minggu, 07 Juni 2026 | 12:38
COMMUNITY

Lereng Gunung Raung: Petani Intensifkan Perawatan Pasca-Reforestasi

Lereng Gunung Raung: Petani Intensifkan Perawatan Pasca-Reforestasi
Ilustrasi petani Gunung Raung intensifkan perawatan pasca-reforestasi (Dok Askara)

ASKARA – Kelompok Petani Kopi Raung Sejati memasuki fase krusial pasca pelaksanaan program reforestasi berbasis pemanfaatan lahan hutan FOLU Net Sink 2030 (Forestry and Other Land Use). Setelah penanaman bibit pohon pelindung dan tanaman sela, para petani kini fokus pada perawatan intensif tanaman kopi guna menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat di lereng Gunung Raung, Kalibaru, Banyuwangi.

Realisasi Pendanaan dan Aksi Nyata

Keberlangsungan program ini didukung pendanaan FOLU yang telah disalurkan kepada Kelompok Petani Kopi Raung Sejati untuk penguatan ekosistem hutan rakyat. Dana tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman massal pada 30 November 2025.

Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam mengonversi lahan kritis menjadi kawasan agroforestri produktif. Ribuan bibit pohon pelindung ditanam berdampingan dengan tanaman kopi guna menciptakan tata air dan iklim mikro yang lebih stabil.

Sinergi Ekologi dan Ekonomi

Program reforestasi ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali lahan, tetapi juga membangun sistem pendukung ideal bagi tanaman kopi. Pohon pelindung yang mulai tumbuh kini memberikan naungan untuk menjaga kelembapan tanah dan suhu udara—dua faktor penting dalam menghasilkan kopi specialty berkualitas.

Perwakilan Kelompok Petani Kopi Raung Sejati, Mahmudi, menegaskan bahwa fase perawatan menjadi inti dari keberhasilan program.

“Kegiatan perawatan kopi melalui program FOLU ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah kunci untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kualitas biji kopi dari hulu,” ujarnya, Senin (20/4).

Ia menambahkan, perhatian terhadap tanaman kopi menjadi fondasi masa depan kelompok tani, terutama untuk varietas unggulan seperti Yellow Caturra.

“Kami memastikan setiap tanaman mendapatkan nutrisi yang tepat tanpa merusak struktur tanah yang baru pulih,” katanya.

Fokus Perawatan Organik

Dalam tahap perawatan, petani menerapkan sejumlah langkah berkelanjutan, antara lain:

Pemangkasan rutin untuk menjaga sirkulasi udara dan penyerapan sinar matahari

Pemupukan alami menggunakan kompos dan pupuk organik cair hasil produksi kelompok

Pengendalian gulma manual guna mengurangi persaingan nutrisi di sekitar akar tanaman

Menuju Kemandirian Berkelanjutan

Upaya intensif ini menjadi bukti bahwa pelestarian hutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani. Dengan terjaganya tutupan hutan melalui program FOLU sejak November 2025, risiko bencana alam dapat ditekan.

Di sisi lain, petani juga memperoleh nilai tambah dari hasil panen kopi berkualitas tinggi yang didukung narasi kuat tentang keberlanjutan lingkungan.

 

Komentar