Senin, 08 Juni 2026 | 13:37
NEWS

Legislator Perindo Dorong Mariam Jadi Wisata Sejarah

Legislator Perindo Dorong Mariam Jadi Wisata Sejarah
Anggota DPRK Boven Digoel, Petrus Nicodemus Tethool, S.Sos saat pembagian sembako untuk lansia saat reses (Dok Winona)

ASKARA - Anggota DPRK Boven Digoel, Petrus Nicodemus Tethool, S.Sos, mendorong pengembangan Kampung Mariam sebagai destinasi wisata sejarah di wilayahnya. Legislator dari Partai Perindo ini menilai, potensi sejarah yang dimiliki kampung tersebut dapat menjadi sumber baru pendapatan daerah.

Petrus Nicodemus Tethool yang akrab disapa Ari merupakan anggota DPRK dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Kota Tanah Merah, Distrik Mandobo. Wilayah ini mencakup empat kampung, yakni Mawar, Mariam, Ampera, dan Mandobo.

Kepada Askara, Sabtu (18/4), saat ditemui di Swiss-Belhotel Merauke, Ari menjelaskan bahwa Kampung Mariam memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi lokasi pembuangan tokoh proklamator Mohammad Hatta.

“Kampung Mariam adalah tempat bersejarah. Di sana Bung Hatta pernah diasingkan pada 1935–1936 bersama Sutan Sjahrir dan Sayuti Melik,” ujarnya.

Ia menuturkan, akses menuju Kampung Mariam masih cukup terbatas. Untuk mencapai lokasi tersebut, masyarakat harus menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari ibu kota distrik.

Dalam setiap kunjungan reses, Ari mengaku terus mendorong pembangunan di wilayah tersebut, termasuk melalui koordinasi dengan dinas terkait. Fokusnya mencakup penyediaan instalasi air bersih, perbaikan lingkungan, peningkatan pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat.

Sejak dilantik sebagai anggota legislatif Komisi A pada 2025, Ari menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengembangan Kampung Mariam sebagai destinasi wisata sejarah.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan nilai sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Saya akan terus berjuang agar Kampung Mariam mendapat dukungan pemerintah daerah menjadi kampung wisata sejarah. Ini bisa mendorong pendapatan asli daerah, baik dari wisatawan domestik maupun internasional,” pungkasnya.

 

 

Komentar