Operasi SAR Helikopter PK-CFX Resmi Ditutup, Seluruh Korban Ditemukan
ASKARA - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, resmi dinyatakan selesai pada Jumat, 17 April 2026.
Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, meski dalam kondisi meninggal dunia.
Sejak pagi hari, proses evakuasi akhir telah dilaksanakan. Pada pukul 05.30 WIB, tim menetapkan skema evakuasi melalui dua jalur, yakni jalur darat menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat, serta jalur udara dengan Helikopter Super Puma dari Lanud Supadio Pontianak.
Helikopter Super Puma bergerak menuju titik penjemputan di Kompi 642 Sanggau pada pukul 08.18 WIB dan tiba pukul 09.12 WIB. Proses pemuatan korban berlangsung cepat, dan helikopter kembali lepas landas pada pukul 09.15 WIB menuju Pontianak. Selanjutnya, helikopter mendarat di Lanud Supadio pada pukul 09.57 WIB.
Seluruh korban kemudian dipindahkan ke delapan unit ambulans dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat, tiba pukul 10.31 WIB. Jenazah selanjutnya diserahterimakan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Setelah rangkaian evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing dan evaluasi pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.35 WIB, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa seluruh korban dalam kecelakaan tersebut telah ditemukan.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap mereka diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Pontianak, TNI AU, TNI AD, Polri, AirNav, Brimob, PMI, BPBD, instansi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga dukungan pihak swasta dan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim didukung berbagai sarana, termasuk helikopter Super Puma TNI AU, kendaraan rescue, ambulans, peralatan evakuasi dan medis, perangkat komunikasi dan navigasi, serta teknologi pendukung seperti Direction Finder dan Starlink.
Kolaborasi lintas sektor dalam operasi ini dinilai menjadi bukti kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam penanganan kecelakaan, meskipun hasil akhirnya menyisakan duka mendalam.

Komentar