Selasa, 21 Juli 2026 | 22:13
NEWS

Perhutani dan BPHL Evaluasi Kemitraan Hutan, Dorong Ekonomi Warga

Perhutani dan BPHL Evaluasi Kemitraan Hutan, Dorong Ekonomi Warga
Perhutani dan BPHL evaluasi kemitraan hutan (Dok Beni)

ASKARA - Perhutani KPH Bandung Utara bersama Balai Pengelolaan Hutan Lindung (BPHL) Wilayah VII Ciamis melakukan evaluasi kemitraan kehutanan dengan LMDH Tani Mukti Giri Jaya di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan RPH Arcamanik, BKPH Manglayang Barat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari kawasan hutan.

Evaluasi tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan melalui skema kemitraan kehutanan. Skema ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan secara lestari, termasuk melalui pengembangan agroforestri, wisata alam, hingga pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, menegaskan bahwa Perhutani mendukung penuh upaya fasilitasi yang dilakukan BPHL dalam mendorong kemitraan yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui kemitraan ini, masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam menjaga hutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi. Kami berharap LMDH mampu mengembangkan potensi seperti wisata dan budidaya kopi secara aman dan terkelola,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BPHL Wilayah VII Ciamis, Meiza Amalia, menyebut pihaknya berperan sebagai penghubung antara Perhutani dan masyarakat agar kemitraan berjalan adil dan transparan.

“Kemitraan kehutanan harus menjadi wadah kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mendorong masyarakat untuk mengelola potensi jasa lingkungan sesuai regulasi agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang,” kata Meiza.

Melalui evaluasi ini, diharapkan tercipta kesepahaman dalam pengelolaan potensi kawasan, termasuk pengembangan jalur wisata pendakian Setlerep via Kejajar. Inisiatif ini dinilai mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa hutan sekaligus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

 

 

Komentar