Ergonomi Jadi Kunci Ketahanan Prajurit di Medan Ekstrem
ASKARA - Ergonomi dinilai menjadi faktor krusial dalam menentukan ketahanan dan efektivitas prajurit, terutama saat menghadapi situasi ekstrem di medan operasi. Hal ini disampaikan pengamat perang asimetris, Rahadi Wangsapermana, dalam kajiannya mengenai peran human factor dalam sistem persenjataan modern.
Menurut Rahadi, ergonomi bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan bagaimana menyelaraskan manusia dengan alat, tugas, dan lingkungan kerja. Pendekatan ini bertujuan menjaga keselamatan, menekan risiko cedera, serta meningkatkan kinerja prajurit dalam tekanan fisik dan mental yang tinggi.
Ia mencontohkan sejumlah produk militer dunia yang telah mengedepankan prinsip ergonomi, seperti Glock pistol yang dikenal dengan desain sederhana dan nyaman digenggam, serta M16 rifle yang ringan dengan kontrol mudah dijangkau. Selain itu, produk dari FN Herstal juga dinilai unggul dalam keseimbangan dan fleksibilitas penggunaan.
Di balik desain tersebut, terdapat peran para perancang seperti Gaston Glock, Eugene Stoner, dan Dieudonné Saive yang menjadikan ergonomi sebagai inti dari setiap rancangan.
Rahadi, yang memiliki pengalaman dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan, menegaskan bahwa aspek ergonomi tidak bisa dinegosiasikan. “Di balik kompleksitas teknologi dan tuntutan operasional, faktor manusia harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan ergonomi dalam militer mencakup berbagai aspek, mulai dari desain genggaman senjata, bentuk sepatu lapangan yang mengikuti kontur medan, hingga kursi kokpit pesawat tempur yang menopang tubuh pilot saat manuver ekstrem.
Lebih jauh, ergonomi juga diterapkan dalam sistem yang lebih kompleks seperti kapal perang. Penataan panel kendali, jarak jangkau alat, hingga pencahayaan dirancang secara presisi untuk mengurangi kelelahan dan meminimalkan kesalahan dalam situasi kritis.
“Ergonomi bekerja dalam diam, tetapi dampaknya sangat besar. Ia memastikan prajurit dapat bertugas secara aman, efektif, dan tetap fokus,” kata Rahadi dalam keterangan teetulis, Senin (13/4).
Ia menegaskan, perhatian terhadap ergonomi merupakan bentuk penghormatan terhadap prajurit sebagai garda terdepan negara. Dengan desain yang tepat, prajurit tidak hanya terlindungi dari ancaman musuh, tetapi juga dari beban fisik dan mental yang tidak perlu.
“Pada akhirnya, ergonomi adalah tentang menjaga mereka yang menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Komentar