Paus Leo XIV: Dunia Wajib Lindungi Warga Sipil dari Horor Perang
ASKARA - Paus Leo XIV kembali menyuarakan seruan moral yang kuat kepada dunia internasional. Dalam pesannya usai doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Minggu (12/4/2026), ia menegaskan bahwa melindungi warga sipil dari dampak mengerikan perang adalah kewajiban moral yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, prinsip kemanusiaan bukan hanya nilai etis, tetapi juga telah diakui dalam hukum internasional. Karena itu, setiap pihak yang terlibat konflik memiliki tanggung jawab untuk mencegah penderitaan rakyat sipil.
Paus juga menyoroti sejumlah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Ia secara khusus mengingatkan agar perhatian global terhadap perang di Ukraina tidak memudar. Ia berharap cahaya kebangkitan Kristus dapat menguatkan harapan akan perdamaian di tengah penderitaan rakyat.
Selain itu, ia turut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Lebanon yang diliputi ketakutan dan ketidakpastian. Paus mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk segera menghentikan konflik dan mencari solusi damai.
Perhatian juga diarahkan ke Sudan, yang pada 15 April mendatang genap tiga tahun dilanda perang. Paus menyebut konflik tersebut sebagai tragedi tidak manusiawi yang telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat sipil.
Ia kembali menyerukan agar semua pihak meletakkan senjata dan membuka dialog tanpa syarat guna mengakhiri perang saudara tersebut secepat mungkin.
Menutup pesannya, Paus Leo XIV meminta doa dari umat Katolik di seluruh dunia menjelang perjalanan apostoliknya ke Afrika yang akan dimulai pada 13 April, mencakup sejumlah negara seperti Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa.
Seruan Paus ini mempertegas posisi Vatikan yang semakin lantang dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di tengah meningkatnya konflik global.

Komentar