Selasa, 21 Juli 2026 | 23:59
COMMUNITY

Halal Bihalal Dulur Cirebonan: Prof Rokhmin Serukan Persatuan Warga Ciayumajakuning Menuju Indonesia Emas 2045

Halal Bihalal Dulur Cirebonan: Prof Rokhmin Serukan Persatuan Warga Ciayumajakuning Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Dulur Cirebonan, Prof. Rokhmin Dahuri (dok.rd Institute)

ASKARA — Dulur Cirebonan, yang menaungi warga asal Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (CIAYUMAJAKUNING), serta dulur yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, akan menggelar Halal Bihalal akbar pada Minggu, 5 April 2026, di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Gambir, Jakarta Pusat.  

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat CIAYUMAJAKUNING untuk mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus memperkuat konsolidasi gagasan pembangunan. Ribuan warga dari berbagai latar belakang diperkirakan hadir, menjadikan Halal Bihalal ini sebagai ajang kebersamaan yang sarat makna.  

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Sc., menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat solidaritas sosial. “Halal Bihalal ini merupakan agenda rutin yang memiliki makna besar dalam mempererat tali persaudaraan. Melalui kegiatan ini, kami berharap tali silaturahmi semakin erat, rasa kekeluargaan terus terjaga, dan semangat kebersamaan semakin kuat,” ujarnya.  

Lebih jauh, Anggota Komisi IV DPR RI menekankan bahwa tantangan pembangunan bangsa saat ini tidak hanya berkutat pada aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut kekuatan sosial masyarakat. “Persatuan dan kekompakan adalah kunci. Tanpa itu, potensi besar yang kita miliki tidak akan bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama,” tegasnya.  

Prof. Rokhmin Dahuri berharap, Halal Bihalal akbar ini menjadi wadah inspiratif bagi warga CIAYUMAJAKUNING untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Selain memperkuat ikatan kekeluargaan, acara ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat jaringan sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong.  

"Dengan semangat kebersamaan yang mengakar kuat, Halal Bihalal Dulur Cirebonan tahun ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan komunitas CIAYUMAJAKUNING, sekaligus mempertegas peran masyarakat daerah dalam mendukung pembangunan bangsa.," tegas Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Ajang Konsolidasi Pembangunan dan Wisata

Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa Halal Bihalal adalah wadah strategis untuk memperkuat kekompakan. “Persatuan dan kekompakan adalah kunci. Tanpa itu, potensi besar yang kita miliki tidak akan bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.  

Ia juga menyoroti potensi wisata unggulan di kawasan CIAYUMAJAKUNING. Ia memaparkan bahwa Cirebon memiliki kawasan pesisir yang terus berkembang, termasuk proyek waterfront city di bekas Taman Ade Irma Suryani. Kuningan dan Majalengka menawarkan wisata pegunungan dengan udara sejuk, sementara Indramayu memiliki pesona wisata pantai seperti Pantai Tirtamaya dan Eretan.  

Menurutnya, kawasan CIAYUMAJAKUNING memiliki posisi strategis sebagai simpul pertumbuhan baru di Pulau Jawa, didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut membutuhkan sinergi lintas elemen agar dapat memberikan dampak nyata. “Pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Harus ada kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemimpin daerah. Semua harus bergerak bersama,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 Itu.

Lebih lanjut, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya arah pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan. “Pembangunan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Inilah prinsip pembangunan berkelanjutan yang harus kita pegang bersama,” tambahnya.  

Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa tantangan utama adalah bagaimana mentransformasikan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi nyata. “Tantangan utama kita adalah bagaimana mentransformasikan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, serta pemanfaatan anggaran negara untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan CIAYUMAJAKUNING,” ujarnya.  

Ia juga menekankan beberapa prasyarat utama untuk mendorong kemajuan daerah, di antaranya perencanaan pembangunan yang komprehensif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, stabilitas sosial dan politik, serta kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.  

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin melalui Halal Bihalal akbar ini, Dulur Cirebonan berharap kawasan CIAYUMAJAKUNING dapat tampil sebagai motor pertumbuhan baru di Jawa, sekaligus menjadi teladan dalam mengintegrasikan tradisi, solidaritas, dan pembangunan berkelanjutan.  

Makna Paguyuban dan Harapan Kebersamaan

Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa paguyuban bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan rumah besar bagi warga CIAYUMAJAKUNING di perantauan. “Paguyuban ini adalah rumah besar kita. Melalui kegiatan Halal Bihalal, kita saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan menyalakan semangat untuk berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) tersebut.  

Selain sambutan, acara juga diwarnai tausiyah inspiratif bertema “Implementasi Nilai-nilai Puasa Ramadhan dan Idul Fitri untuk Kebahagiaan Hidup dan Mewujudkan Indonesia Emas 2045” oleh Ustadz Dr. H. Legisan Samtafsir, M.Ag. Tausiyah ini diharapkan memberi inspirasi spiritual sekaligus motivasi kebangsaan bagi seluruh peserta.  

Acara Halal Bihalal ini ditutup dengan momen silaturahmi, saling bersalaman, makan siang bersama, serta diiringi musik religi Melayu yang menambah suasana keakraban. Dengan rangkaian acara yang sarat makna, Halal Bihalal Dulur Cirebonan 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas, mengangkat potensi daerah, dan memperluas peran masyarakat CIAYUMAJAKUNING dalam perjalanan bangsa.  

“Jika kita bersatu dan bergerak bersama, saya optimistis Ciayumajakuning bisa menjadi kawasan yang maju, mandiri, dan berkontribusi besar bagi Indonesia,” tegashyai.

Empat Fondasi Kemajuan

Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa wilayah maju tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari arah pembangunan yang jelas, sumber daya manusia unggul, stabilitas yang terjaga, serta kepemimpinan yang berintegritas.  

Dalam pesannya, ia menekankan bahwa kemajuan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana bangsa membangun manusia, menjaga sistem, dan memastikan kepemimpinan berjalan dengan nilai. “Saat semuanya berjalan seimbang, maka kesejahteraan dan kedaulatan bukan sekadar cita-cita — tapi keniscayaan,” ujarnya.  

Prof. Rokhmin merumuskan empat fondasi utama yang menjadi kunci kemajuan:  
1. Peta jalan pembangunan yang jelas — arah kebijakan yang terukur dan konsisten.  
2. SDM unggul dan berdaya saing — manusia sebagai inti pembangunan.  
3. Stabilitas politik dan hukum — fondasi ketertiban dan kepastian.  
4. Pemimpin yang kompeten dan berakhlak — kepemimpinan yang berintegritas sebagai penentu arah bangsa.  

Menurutnya, keseimbangan antara keempat fondasi tersebut akan melahirkan wilayah yang maju, mandiri, dan berdaulat. Ia menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada keberlanjutan, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial.  

Sebagai Prof  Rokhmin juga mengaitkan pesan ini dengan semangat kebersamaan warga CIAYUMAJAKUNING. Ia menegaskan bahwa paguyuban bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan budaya, sekaligus menyalakan semangat kontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.  

“Jika kita bersatu, memiliki arah yang jelas, SDM unggul, stabilitas yang terjaga, dan kepemimpinan berintegritas, maka Indonesia bukan hanya maju di atas kertas, tetapi benar-benar berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya.

Komentar