Kamis, 04 Juni 2026 | 10:41
COMMUNITY

Minggu Paskah Anak, Cahaya Kristus Terangi Paroki Albertus Bekasi

Minggu Paskah Anak, Cahaya Kristus Terangi Paroki Albertus Bekasi
Perayaan Paskah dipimpin oleh Romo Joseph Biondi Mattovano, Pr, didampingi Romo Yusuf Daniel Kusumah, Pr, serta Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr (Dok Askara)

ASKARA - Suasana sukacita dan penuh makna iman mewarnai perayaan Minggu Paskah anak-anak di Paroki Santo Albertus Harapan Indah, Minggu (5/4). Perayaan ini dipimpin oleh Romo Joseph Biondi Mattovano, Pr, didampingi Romo Yusuf Daniel Kusumah, Pr, serta Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr.

Misa yang dihadiri ratusan anak bersama orang tua ini berlangsung khidmat sekaligus hangat. Dalam homilinya, Romo Biondi mengajak anak-anak memahami makna Paskah melalui simbol terang yang mengalahkan gelap.

Ia menggambarkan suasana gereja yang semula gelap gulita, tanpa satu pun lampu menyala. Dari situ, upacara cahaya dimulai dengan penyalaan lilin Paskah sebagai lambang Kristus Sang Cahaya Dunia. Api kecil itu kemudian dibagikan kepada umat, termasuk anak-anak, hingga perlahan seluruh gereja dipenuhi cahaya lilin.

“Dari yang tadinya gelap, pelan-pelan menjadi terang. Itulah Kristus, Cahaya Dunia, yang kita bagikan satu sama lain,” ungkapnya.

Romo Biondi menekankan, Paskah bukan hanya tentang kebangkitan Tuhan, tetapi juga tentang perjalanan hidup manusia dari kegelapan menuju terang. Ia mengajak anak-anak untuk saling membantu dan berbagi kebaikan, agar cahaya Kristus terus hidup dalam keseharian.

“Dalam hidup ini kita membutuhkan satu sama lain. Cahaya Kristus itu harus kita bagikan, supaya dunia tidak gelap,” pesannya.

Ia juga menyinggung semangat umat dalam mengikuti rangkaian Tri Hari Suci, di mana banyak yang rela datang lebih awal demi mengikuti ibadah dengan penuh kesungguhan. Hal ini, menurutnya, menjadi pengalaman iman yang memperkuat kebersamaan dengan Tuhan.

Usai perayaan misa, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan Taman Doa Taman Doa Santo Fransiskus Asisi yang berada di depan gereja. Momen ini menjadi simbol tambahan akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan umat sehari-hari.

Kebahagiaan anak-anak semakin lengkap dengan pembagian bingkisan yang disiapkan oleh panitia. Tawa dan keceriaan pun terlihat menghiasi halaman gereja, menutup rangkaian perayaan Paskah dengan penuh sukacita.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momen liturgi, tetapi juga pengalaman iman yang membekas bagi anak-anak, bahwa dari kegelapan, selalu ada terang yang datang melalui kasih Kristus.

 

 

Komentar