Kamis, 04 Juni 2026 | 06:56
COMMUNITY

Panggul Duka Dunia, Paus Leo XIV Hidupkan Jalan Salib Koloseum

Panggul Duka Dunia, Paus Leo XIV Hidupkan Jalan Salib Koloseum
Paus Leo XIV panggul salib di Ibadat Jumat Agung (Dok Vaticannews)

ASKARA - Langkah-langkah sunyi Pope Leo XIV menggema di antara dinding kuno Colosseum. Di bawah cahaya lilin yang temaram, Paus memanggul salib, berjalan perlahan menyusuri Jalan Salib, seakan menghidupkan kembali jejak penderitaan Yesus Kristus dua ribu tahun silam.

Sekitar 30 ribu umat yang hadir terdiam. Banyak yang menunduk, tak sedikit pula yang menitikkan air mata. Dari layar televisi, radio, hingga media sosial, jutaan umat di seluruh dunia ikut larut dalam keheningan doa yang sama.

Koloseum bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah saksi bisu darah para martir, tempat di mana iman pernah diuji dengan nyawa. Dibangun oleh Vespasian dan diselesaikan oleh Titus pada tahun 80 Masehi, tempat ini kini berubah menjadi altar raksasa bagi permenungan umat manusia.

Dalam setiap langkahnya, Paus Leo XIV membawa bukan hanya salib kayu, tetapi juga beban penderitaan dunia: perang, kelaparan, ketidakadilan, dan luka kemanusiaan yang belum sembuh. Ia berjalan dalam diam, namun pesannya menggema kuat, tentang kasih yang tak pernah menyerah.

Tradisi ini mengingatkan pada keteguhan Pope John Paul II, yang dahulu setia memanggul salib sepanjang Via Crucis selama bertahun-tahun. Kini, tongkat estafet itu diteruskan, bukan sekadar sebagai ritual, tetapi sebagai kesaksian iman.

Sepanjang perjalanan, ayat-ayat Injil dibacakan, diselingi renungan dari Saint Francis of Assisi yang sarat cinta dan kerendahan hati, serta meditasi karya Pastor Francesco Patton yang menggugah hati.

Di tengah dunia yang bising dan penuh luka, malam itu Koloseum menjadi ruang hening. Tempat di mana manusia diingatkan kembali bahwa di balik penderitaan, selalu ada harapan. Bahwa salib bukan akhir, melainkan jalan menuju kebangkitan.

Dan di antara cahaya lilin yang berkelip, doa-doa pun naik lirih, namun penuh iman.

 

Komentar