Air Mata Umat Jatuh Saat Pasio Jumat Agung di Katedral
ASKARA - Keheningan menyelimuti Gereja Katedral Jakarta saat kisah sengsara Yesus Kristus dibacakan dalam bentuk Pasio pada Ibadat Jumat Agung, Jumat (3/4/2026). Ribuan umat larut dalam permenungan mendalam, bahkan sejumlah di antaranya tampak menitikan air mata saat mengikuti setiap bagian kisah sengsara tersebut.
Suasana menjadi begitu menyentuh ketika Yesus, dalam penderitaan-Nya, masih memikirkan orang lain. Kepada ibu-Nya, Bunda Maria, Ia berkata, "Ibu, inilah anakmu." Lalu kepada murid yang dikasihi-Nya, Ia berpesan, "Inilah ibumu." Kalimat itu menggambarkan kasih yang tak terputus, bahkan di saat-saat terakhir kehidupan.
Umat yang hadir tampak terhanyut dalam suasana hening, mengikuti alur Pasio yang dibacakan dengan nada khas dan penuh penghayatan. Beberapa umat terlihat menundukkan kepala, sementara lainnya meneteskan air mata, larut dalam makna penderitaan yang dikisahkan.
Ucapan "Aku haus" yang turut dibacakan dalam kisah sengsara mengingatkan umat pada penderitaan fisik yang dialami Yesus, sekaligus dimaknai sebagai kerinduan akan keselamatan manusia.
Puncak permenungan terjadi ketika kalimat "Sudah selesai" dilantunkan, menandai tuntasnya misi penebusan dalam iman Kristiani. Suasana gereja semakin syahdu, dengan umat yang khusyuk merenungkan makna pengorbanan tersebut.
Pembacaan Pasio dalam Ibadat Jumat Agung ini menjadi momen refleksi yang mendalam, menghadirkan kembali kisah kasih dan pengorbanan Yesus Kristus yang terus hidup dalam iman umat.

Komentar