Selasa, 21 Juli 2026 | 18:43
NEWS

Ketika Iran dan Amerika Saling Ancam, Israel Digempur Rudal

Ketika Iran dan Amerika Saling Ancam, Israel Digempur Rudal
Ilustrasi saling serang antara Iran, Amerika, dan Israel (Dok Askara)

ASKARA – Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak setelah Iran mengancam akan melancarkan serangan “menghancurkan” terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ancaman itu disampaikan menyusul rentetan serangan rudal Iran ke wilayah Israel, di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menggempur Iran hingga “kembali ke Zaman Batu” jika tidak ada kesepakatan damai. Pernyataan keras itu disampaikan dalam pidato resmi di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam waktu setempat.

Dalam pidato berdurasi sekitar 19 menit tersebut, Trump menyebut Amerika Serikat hampir mencapai tujuannya, namun memperingatkan serangan akan semakin ditingkatkan jika Iran tidak segera menyetujui penyelesaian melalui negosiasi.

“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu,” tegas Trump.

Perang yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran ini kini telah meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Konflik tersebut tidak hanya memicu eskalasi militer, tetapi juga mengguncang perekonomian global dan berdampak pada ratusan juta orang di seluruh dunia.

Di lapangan, serangan udara dilaporkan menghantam jembatan utama B1 yang menghubungkan ibu kota Tehran dengan kota Karaj pada Kamis. Media Iran melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Jembatan B1 disebut sebagai salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah dan baru diresmikan awal tahun ini. Sekitar satu jam setelah serangan pertama, serangan lanjutan kembali dilaporkan terjadi saat tim penyelamat masih mengevakuasi korban.

Serangan terhadap infrastruktur vital tersebut disebut dilakukan oleh militer Amerika Serikat, meskipun pihak militer Israel (IDF) membantah keterlibatan dalam serangan tersebut.

Situasi yang terus memanas ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan di kawasan, sekaligus memperbesar risiko eskalasi yang lebih luas di tingkat global.

 

 

Komentar