Tangisan di Tengah Gelap, Kisah Mistis Arini di Banjarnegara
ASKARA - Malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momen yang tak terlupakan bagi R.Ngt Arini Sanjaya. Ia membagikan pengalaman batin yang dialaminya saat mengunjungi sebuah pemakaman umum di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah.
Arini mengaku sejak siang hari merasakan kondisi emosional yang tidak stabil dan kesulitan berkonsentrasi. Ia menyebut adanya “tarikan batin” kuat dari sosok yang ia yakini sebagai Eyang Arshantaka.
Meski suasana malam takbiran identik dengan kebersamaan keluarga, Arini bersama timnya tetap berangkat menuju lokasi pemakaman yang disebut sebagai makam Kiai Arshantaka.
Didampingi beberapa rekannya, ia tiba di lokasi menjelang malam dalam kondisi minim penerangan. Dengan bantuan cahaya ponsel, mereka menemukan makam yang disebut berada di dekat tangga dan gapura, namun dalam kondisi tidak terawat dan tanpa nisan.
“Saat itu saya langsung bersimpuh dan menangis,” ungkap Arini dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Dalam pengalamannya, Arini mengaku merasakan kehadiran sosok Eyang Arshantaka yang disebutnya memiliki postur tinggi dan tegap. Ia menyebut adanya pesan yang disampaikan secara batin terkait keturunan bernama Raden Ayu Sompi Retna Dewanti.
Selain itu, Arini juga menyampaikan keyakinannya bahwa lokasi jasad Kiai Arshantaka berada di wilayah Masaran, bukan di Purbalingga sebagaimana selama ini diyakini sebagian pihak.
Arini turut mengaitkan pengalamannya dengan catatan dalam buku Babad Banjarnegara edisi 2013 karya Drs Adisarwono Mertadiwangsa. Dalam buku tersebut disebutkan adanya pemindahan nisan, sementara keberadaan jasad masih menjadi perdebatan.
Pengalaman spiritual yang dibagikan Arini ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menganggapnya sebagai pengalaman pribadi yang bersifat batiniah, sementara lainnya mempertanyakan kebenarannya dari sisi ilmiah dan sejarah.
Arini sendiri mempersilakan publik untuk menilai kisah tersebut sesuai keyakinan masing-masing. Ia berharap ada perhatian lebih terhadap situs makam yang dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual tersebut.
“Semoga ada cara untuk menjaga dan merawat beliau,” tutupnya.

Komentar