Kamis, 23 Juli 2026 | 10:05
NEWS

Pertama Kali Paus Berkunjung ke Monaco

Pertama Kali Paus Berkunjung ke Monaco
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Pope Leo XIV, meninggalkan Monako dengan menggunakan helikopter menuju Vatikan (Dok Vaticannews)

ASKARA - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Pope Leo XIV, memulai perjalanan Apostolik keduanya ke Monako dengan menggunakan helikopter dari Vatikan, Sabtu (28/3).

Helikopter yang membawa Paus lepas landas dari heliport Vatikan sekitar pukul 07.20 waktu Roma. Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah modern seorang Paus mengunjungi negara kota kecil tersebut.

Dalam perjalanan, Paus Leo XIV mengirimkan telegram kepada Presiden Italia, Sergio Mattarella, sebagai bentuk penghormatan saat melintasi wilayah udara Italia.

Dalam pesannya, Paus menyampaikan tujuan kunjungannya ke Monako untuk mendorong kesaksian iman Kristiani serta memperkuat pembangunan kebaikan bersama.

“Saya melakukan perjalanan ini untuk mendorong kesaksian iman Kristiani dan pembangunan kebaikan bersama,” demikian isi pesan Paus.

Kunjungan ke Monako berlangsung kurang dari sembilan jam, dengan empat agenda utama. Di antaranya adalah kunjungan kehormatan kepada Pangeran Albert II di Istana Pangeran, pertemuan dengan komunitas Katolik di Katedral Immaculate Conception, serta perjumpaan dengan kaum muda dan katekumen di depan Gereja Saint Devota.

Paus juga memimpin perayaan Misa Kudus di Stadion Louis II yang menjadi puncak kegiatan dalam kunjungan tersebut.

Setelah seluruh rangkaian agenda selesai, Paus kembali ke Vatikan pada sore hari sekitar pukul 17.45 waktu setempat.

Sementara itu, Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, berharap kunjungan ini dapat memberikan dorongan baru bagi Gereja lokal di Monako.

Ia menekankan pentingnya memperkuat komitmen terhadap isu-isu global seperti perlindungan lingkungan, pembelaan terhadap kehidupan manusia, serta solidaritas internasional, khususnya bagi kelompok rentan.

Kunjungan Apostolik ini dinilai sebagai bagian dari upaya Vatikan dalam mempererat hubungan dengan komunitas Katolik di berbagai belahan dunia sekaligus mendorong nilai-nilai kemanusiaan universal.

 

 

Komentar