Kamis, 18 Juni 2026 | 02:29
OPINI

Hari Meteorologi Sedunia: Setelah Takbir Reda, Tanah Kita Masih Memanggil

Hari Meteorologi Sedunia: Setelah Takbir Reda, Tanah Kita Masih Memanggil
Zam Zam Mubarak, Kebun Kopi Arabika Gayo (Dok Pribadi)

ASKARA - Kemarin kita telah merayakan Idul Fitri.
Takbir telah berkumandang, tangan saling berjabat, hati saling memaafkan.

Namun hari ini, tanah kita masih berbicara pelan.

Di Hari Meteorologi Sedunia, kita diingatkan bahwa alam tidak pernah diam.
Hujan yang turun di Aceh—khususnya di dataran tinggi Gayo—bukan sekadar peristiwa, tetapi juga peringatan.

Lahan yang longsor, kebun yang terganggu, akses yang terputus, dan ekonomi rakyat yang tertahan—ini bukan cerita yang selesai saat Lebaran usai.

Petani kopi kita masih berdiri di antara harap dan cemas.
Indikasi Geografis Kopi Gayo yang kita banggakan hari ini sedang diuji—oleh cuaca, oleh waktu, dan oleh kesiapan kita sendiri.

Setelah hari kemenangan berlalu, pertanyaan kita sederhana: apakah kita siap bangkit bersama?

Pemulihan tidak boleh menunggu.
Birokrasi tidak boleh berjalan lebih lambat dari kerusakan.
Dana rehabilitasi dan rekonstruksi harus hadir nyata, transparan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Karena yang kita hadapi bukan hanya kerusakan lahan, tetapi juga kepercayaan—kepercayaan petani, kepercayaan pasar, dan masa depan daerah ini.

Hari ini, saya mengajak kita semua—pemerintah, pemangku kebijakan, dan seluruh elemen masyarakat—untuk bergerak lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih berpihak.

Mari kita pulihkan tanah ini.
Mari kita jaga kopi Gayo tetap berdiri.
Mari kita buktikan bahwa setelah Idul Fitri, kita tidak hanya kembali suci, tetapi juga kembali bertanggung jawab.

Karena langit sudah memberi tanda, dan sekarang giliran kita menjawabnya.

Alam Aceh telah memberi peringatan. Jika kita abai, kehancuran semakin dekat, dan bukan tidak mungkin Aceh akan hilang dari peta Indonesia.

Hormat kami,

Zam Zam Mubarak
(Alumnus Sekolah Lapang Iklim BMKG / Ketua Umum Baret ICMI Aceh)

 

 

Komentar