Kamis, 23 Juli 2026 | 10:09
NEWS

Ibu Lima Anak Raih Gelar Magister Administrasi Publik

Ibu Lima Anak Raih Gelar Magister Administrasi Publik
Faradillah Achmad T.D. resmi dinyatakan lulus Program Magister Administrasi Publik setelah mengikuti sidang yudisium di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (Dok Moestopo)

ASKARA - Perjuangan seorang ibu dalam menempuh pendidikan tinggi menjadi kisah inspiratif di dunia akademik. Faradillah Achmad T.D. resmi dinyatakan lulus Program Magister Administrasi Publik setelah mengikuti sidang yudisium di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Kampus I Jakarta, Selasa (10/3/2026). Informasi tersebut diterima redaksi pada Kamis (12/3).

Faradillah yang menyandang gelar Sarjana Gizi itu dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ibu dari lima orang anak tersebut lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, dan tetap bertekad melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister meskipun harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Selain menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, ia juga bekerja sebagai ahli gizi di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Kesibukan itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menuntaskan studi di bidang administrasi publik.

Dalam penelitian tesisnya, Faradillah mengangkat topik mengenai pengaruh kebijakan pelatihan kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital terhadap inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya dukungan kebijakan serta transformasi digital dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.

Kerja kerasnya membuahkan hasil membanggakan. Faradillah berhasil menyelesaikan pendidikan magister dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberi manfaat tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas serta pembangunan bangsa. Keberhasilannya juga ingin ia jadikan motivasi bagi anak-anaknya untuk terus belajar dan berani mengejar cita-cita.

Kisah Faradillah menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu dan tanggung jawab keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Semangat dan ketekunannya diharapkan dapat menginspirasi banyak orang, terutama para ibu, agar tetap berjuang meraih masa depan melalui pendidikan.

 

 

Komentar