Rabu, 22 Juli 2026 | 05:42
NEWS

Usia Misterius Palindo, Jejak 4.000 Tahun Peradaban yang Masih Membisu

Usia Misterius Palindo, Jejak 4.000 Tahun Peradaban yang Masih Membisu
Jejak 4.000 tahun peradaban Palindo (Dok Wikipedia)

ASKARA -  Di tengah bentangan savana sunyi Lembah Bada, berdiri kokoh sosok batu raksasa yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menyimpan teka-teki besar tentang usia dan peradaban masa lalu. Dialah Patung Palindo, ikon megalitik Sulawesi Tengah yang hingga kini masih menyimpan misteri kronologi penciptaannya.

Para arkeolog memperkirakan Palindo telah berdiri selama 2.000 hingga 4.000 tahun. Rentang waktu ini merujuk pada hasil kajian budaya megalitik di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, tempat sejumlah situs purbakala lain juga ditemukan.

Namun angka tersebut belum final. Batu granit yang menjadi bahan utama Palindo tidak dapat ditentukan usianya melalui metode penanggalan karbon. Artinya, para peneliti hanya bisa memperkirakan umur arca berdasarkan konteks arkeologis di sekitarnya—mulai dari pola hunian, artefak pendukung, hingga stratigrafi tanah.

Jika benar berusia mendekati 4.000 tahun, maka Palindo telah berdiri jauh sebelum banyak peradaban besar dunia mencapai puncaknya. Ia sudah menyaksikan perubahan zaman, pergeseran budaya, bahkan transformasi lanskap alam Sulawesi Tengah selama ribuan tahun.

Geolog Danny Hilman Natawidjaja sebelumnya menyoroti kompleksitas teknis arca ini yang dipahat dari granit keras dengan berat diperkirakan 10–15 ton. Pertanyaan mendasarnya bukan hanya soal bagaimana ia dibuat, tetapi juga kapan tepatnya karya monumental itu diwujudkan.

Apakah Palindo adalah warisan peradaban lokal dengan teknologi yang melampaui zamannya? Ataukah masih ada bab sejarah yang belum terbuka sepenuhnya?

Yang jelas, hingga hari ini Palindo tetap membisu. Ia berdiri tegak, menyimpan rahasia usia dan kisah peradaban yang belum sepenuhnya terungkap.

 

 

Komentar